News Berita

XPeng: Baterai Jadi Tantangan Penuhi TKDN Mobil Listrik

Penyuplai masih terbatas, komponen baterai masih jadi tantangan syarat TKDN mobil listrik #kumparanOTO

XPeng: Baterai Jadi Tantangan Penuhi TKDN Mobil Listrik
Headquarter dan pabrik XPeng di Guangzhou, China. Foto: Sena Pratama/kumparan
Headquarter dan pabrik XPeng di Guangzhou, China. Foto: Sena Pratama/kumparan

XPeng adalah salah satu jenama yang telah melakukan aktivitas perakitan lokal untuk semua produknya yang dijual di Indonesia. Kendati begitu, pabrikan mengutarakan komponen baterai masih menjadi tantangan pemenuhan syarat industri dalam negeri.

Pemerintah menetapkan mandat kepada setiap produsen kendaraan yang beroperasi di Indonesia untuk memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN. Saat ini, batas minimal nilainya untuk masing-masing model adalah 40 persen.

Vice President Marketing XPeng Indonesia, Hari Arifianto menjelaskan bahwa XPeng sangat berhati-hati dalam menentukan penyuplai komponen baterai untuk disematkan pada mobil listrik mereka yang memiliki teknologi tinggi.

"Salah satu kontributor TKDN di EV adalah baterai, sementara di Indonesia itu supplier masih sangat terbatas yang memiliki teknologi battery manufacturing sesuai dengan kebutuhan dari XPeng," buka Hari ditemui di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Headquarter dan pabrik XPeng di Guangzhou, China. Foto: Sena Pratama/kumparan
Headquarter dan pabrik XPeng di Guangzhou, China. Foto: Sena Pratama/kumparan

Diakuinya, saat ini XPeng telah mendapat mitra penyuplai komponen baterai yang akan segera memulai aktivitasnya di Tanah Air. Perusahaan tersebut adalah CATL atau Contemporary Amperex Technology Co. Ltd.

Bisnis perusahaan tersebut di Indonesia dipegang oleh kemitraan Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan konsorsium CATL Brunp dan Lygned (CBL) yang merupakan anak perusahaan CATL. Keduanya membentuk perusahaan Contemporary Amperex Technology Indonesia.

"Nah kita beruntung ada provider baterai lokal yang sudah berdiri dan bisa memasok baterai seperti keinginan yang diminta XPeng. Harapannya kita bisa terus bekerja sama bagaimana penyuplai ini dapat terus mengikuti perkembangan teknologi XPeng," imbuh Hari.

Hari berharap, industri komponen otomotif nasional ikut bertumbuh seiring dengan banyaknya merek baru yang masuk dan melakukan investasi di Indonesia. Selain itu, dapat meningkatkan skala kemampuan teknologi di industri.

"Kita meminta para pemasok dari China untuk investasi di Indonesia karena saya butuh. Tanpa adanya rangkaian pasokan yang sesuai dengan teknologi kita, ya kita akan masih susah memenuhi TKDN yang disyaratkan," tandasnya.

XPeng akuisisi pabrik lokal milik Erajaya

Suasana booth Xpeng di GIIAS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Suasana booth Xpeng di GIIAS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Pertengahan Mei 2026, PT Sinar Eka Selaras Tbk (Erajaya Active Lifestyle), yang merupakan bagian dari Erajaya Group, resmi memperkuat kolaborasi strategisnya dengan produsen kendaraan listrik global, XPeng.

Kedua perusahaan telah menyepakati langkah strategis terkait kepemilikan saham XPeng di PT Era Industri Otomotif (EIDO), sebuah entitas yang fokus pada manufaktur dan perakitan kendaraan listrik di Indonesia.

Langkah ini diambil sebagai jangka panjang kedua belah pihak untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia.

Melalui fokus pada aspek manufaktur dan perakitan, kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung ekspansi serta menghadirkan solusi mobilitas cerdas yang lebih dekat dengan masyarakat Indonesia.

Handover ceremony XPeng G6 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
Handover ceremony XPeng G6 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

"Diharapkan masa inden untuk produk XPeng di Indonesia bisa lebih singkat," kata Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle.

Adapun, XPeng Jadi Pemegang Saham Mayoritas di Sektor Manufaktur Dalam kesepakatan terbaru ini, perubahan kepemilikan saham hanya terjadi pada level manufaktur melalui PT Era Industri Otomotif (EIDO).

XPeng nantinya akan memegang kepemilikan saham mayoritas di PT EIDO. Kendati demikian, kepemilikan mayoritas ini dipastikan tidak mencakup keseluruhan operasional bisnis XPENG yang ada di Indonesia.

Buka sumber asli