News Berita

Wamenkes soal Vaksin Imunisasi: Halal dan Baik Bagi Masyarakat

Wamenkes soal Vaksin Imunisasi: Halal dan Baik Bagi Masyarakat #newsupdate #update #news #text

Wamenkes soal Vaksin Imunisasi: Halal dan Baik Bagi Masyarakat
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono saat jumpa pers usai Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing bertajuk "Mengejar Anak Zero Dose di Kota Bandung Tahun 2026" di Posyandu Tela 9, Cigereleng, Bandung, Selasa (12/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono saat jumpa pers usai Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing bertajuk "Mengejar Anak Zero Dose di Kota Bandung Tahun 2026" di Posyandu Tela 9, Cigereleng, Bandung, Selasa (12/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa imunisasi aman dan telah melalui kajian keagamaan. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena vaksin yang digunakan telah dimurnikan dan dinyatakan halal oleh MUI.

Hal itu disampaikan Dante dalam jumpa pers usai memberikan sambutan dalam Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing bertajuk “Mengejar Anak Zero Dose di Kota Bandung Tahun 2026” di Auditorium UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Pasir Kaliki, Bandung, Selasa (12/5).

Dante mengatakan, salah satu tantangan pemerintah dalam mengejar anak zero dose atau anak yang belum pernah menerima imunisasi adalah maraknya hoaks terkait efek samping vaksin hingga isu agama.

“Ada beberapa hoaks di media, ada yang mereka tidak mau diimunisasi karena menganggap imunisasi itu punya efek samping,” kata Dante kepada wartawan, Selasa (12/5).

Ilustrasi vaksin untuk anak. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi vaksin untuk anak. Foto: Shutter Stock

Ia mencontohkan hoaks lama yang menyebut imunisasi menyebabkan autisme. Menurutnya, berbagai studi empiris terhadap jutaan orang di dunia menunjukkan vaksin tidak menyebabkan autisme.

“Ternyata studi empiris yang kita lakukan jutaan orang di seluruh dunia tidak pernah menimbulkan efek samping autis. Jadi aman-aman saja,” ujarnya.

Selain itu, Dante juga menyoroti isu agama yang kerap muncul dalam imunisasi campak. Ia menjelaskan bahwa pada proses awal pengembangan vaksin campak memang digunakan tripsin babi untuk memisahkan sel pertumbuhan. Namun, bahan tersebut telah dipurifikasi atau dimurnikan sehingga tidak tersisa dalam produk akhir vaksin.

“Pada sampai produk jadinya, tripsin babi itu sudah tidak ada lagi,” ucap Dante.

Ia menambahkan, vaksin tersebut juga telah diuji dan mendapat penjelasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak ragu memberikan imunisasi kepada anak.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing bertajuk "Mengejar Anak Zero Dose di Kota Bandung Tahun 2026" di Posyandu Tela 9, Cigereleng, Bandung, Selasa (12/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing bertajuk "Mengejar Anak Zero Dose di Kota Bandung Tahun 2026" di Posyandu Tela 9, Cigereleng, Bandung, Selasa (12/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
Imunisasi halalan thoyyiban, halal dan baik bagi masyarakat,” Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono.

Dante menyebut dukungan tokoh agama dan pemuka masyarakat penting untuk membantu pemerintah memberikan pemahaman kepada warga terkait manfaat imunisasi.

Sementara itu, warga RW 9 Cigereleng, Bandung, Endah, mengaku tetap mengikuti anjuran imunisasi untuk anaknya karena dinilai membawa manfaat dan kebaikan bagi kesehatan anak.

“Kalau saya, ikut aja aturan ya, karena kan demi kebaikan juga ya. Demi kebaikan juga jadi, imunisasi aja,” kata Endah saat ditemui di Posyandu Tela 9.

Ia mengatakan anaknya telah menerima imunisasi lengkap dan tinggal menunggu imunisasi campak saat usia 9 bulan. Menurutnya, efek samping setelah imunisasi juga tergolong ringan.

“Alhamdulillah, demam pun paling cuma dua hari ya, udah sehat lagi,” ujarnya.

Buka sumber asli