News Berita

Wamendagri Sebut Ada Daerah Penghasil Ikan Terbesar, Tapi Masih Banyak Stunting

Wamendagri Sebut Ada Daerah Penghasil Ikan Terbesar, Tapi Masih Banyak Stunting #newsupdate #update #news #text

Wamendagri Sebut Ada Daerah Penghasil Ikan Terbesar, Tapi Masih Banyak Stunting
Wamendagri Akhmad Wiyagus menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Kemendagri RI
Wamendagri Akhmad Wiyagus menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Kemendagri RI

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus mengungkap ironi di sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Barat merupakan daerah-daerah dengan penghasil tangkapan ikan terbesar di Indonesia.

Namun, banyak warga di sejumlah daerah itu yang masih mengalami stunting.

"Produksi perikanan di berbagai daerah menunjukkan potensi yang sangat besar, baik dari sektor perikanan tangkap maupun budidaya. Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat menjadi daerah dengan produksi perikanan tertinggi di Indonesia," kata Wiyagus, saat menghadiri Rakornas KKP di Jakarta, Kamis (2/7).

Namun, menurut dia, besarnya produksi ikan belum otomatis berbanding lurus dengan kondisi gizi masyarakat.

"Namun demikian, masih terdapat daerah dengan produksi ikan yang tinggi tetapi memiliki prevalensi stunting yang relatif besar. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi harus diiringi dengan peningkatan konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas," ujar Wiyagus.

Ilustrasi hasil tangkapan ikan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Ilustrasi hasil tangkapan ikan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Padahal menurutnya, ikan menyumbang sekitar 54 persen kebutuhan protein hewani nasional. Bagi Wiyagus, konsumsi ikan-ikan ini juga perlu digalakkan mengingat Indonesia punya potensi begitu besar di sektor ini.

"Sektor ini juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat. Ada sekitar 7,9 juta penduduk miskin menggantungkan hidupnya pada sektor kelautan. Sementara 54 persen kebutuhan protein hewani nasional dipenuhi dari konsumsi ikan," kata Wiyagus

Ia menjelaskan, kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap perekonomian nasional juga terus meningkat.

"Pada tahun 2024 sektor ini memberikan kontribusi sebesar 2,61 persen terhadap PDB nasional dengan nilai sekitar Rp680,3 triliun. Kemudian juga menghasilkan produksi perikanan sebesar 26,59 juta ton, nilai ekspor mencapai 5,81 miliar dolar Amerika Serikat, serta menyerap sekitar 5,9 juta tenaga kerja," jelas Wiyagus.

Buka sumber asli