Wall Street Ditutup Menguat karena Pertemuan Trump-Xi Jinping
Sentimen positif pasar juga datang dari pertemuan Trump dan Xi Jinping di China. #bisnisupddate #update #bisnis #text

Indeks utama saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat pada penutupan perdagangan Kamis (14/5), didorong oleh reli saham-saham teknologi karena investor mencermati data ekonomi yang umumnya solid dan mengamati perkembangan dari Beijing, tempat Presiden AS Trump terlibat dalam pertemuan penting dengan mitranya dari Tiongkok, Xi Jinping.
Mengutip Reuters, penguatan ini membuat S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Sedangkan Dow Jones kini hanya sekitar 0,3 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Februari lalu.
Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJl) naik 370,26 poin atau 0,75 persen menjadi 50.063,46, indeks S&P 500 (.SPX) naik 56,99 poin atau 0,77 persen menjadi 7.501,24 dan Nasdaq Composite (.IXIC) memperoleh 232,88 poin, atau 0,88 persen menjadi 26.635,22.
Senior Portfolio Manager Dakota Wealth, Robert Pavlik, mengatakan investor saat ini masih menikmati reli pasar saham, meski mulai muncul rasa waswas terkait seberapa lama tren positif tersebut akan bertahan.
Menurut dia, investor tetap perlu masuk ke pasar agar bisa menikmati potensi keuntungan dari kenaikan indeks saham.
"Anda harus ikut serta untuk menang, bukan hanya duduk di pinggir lapangan menyaksikan pasar mencapai titik tertinggi sepanjang masa,” kata Robert dikutip dari Reuters, Jumat (15/5).
Sentimen positif pasar juga datang dari pertemuan Trump dan Xi Jinping yang membahas sejumlah isu penting, mulai dari perdagangan, hubungan geopolitik, hingga keamanan energi global.
Dalam kunjungannya, Trump turut membawa sejumlah petinggi perusahaan teknologi AS, termasuk CEO Tesla (TSLA.O) Elon Musk dan CEO Nvidia (NVDA.O) Jensen Huang.
Saham Nvidia (NVDA.O) melonjak 4,4 persen setelah pemerintah AS menyetujui penjualan chip H200 milik perusahaan tersebut ke pasar China. Kenaikan Nvidia ikut mengangkat saham-saham semikonduktor lainnya.
Beberapa saham teknologi dan chip yang juga menguat antara lain Qualcomm (QCOM.O), Intel (INTC.O), Sandisk (SNDK.O), dan Micron Technology (MU.O) dengan kenaikan berkisar 3,4 persen hingga 6,1 persen.

Pelaku pasar menilai hasil pertemuan Trump dan Xi dapat memengaruhi arah hubungan dagang AS-China ke depan, termasuk isu penjualan senjata AS ke Taiwan dan pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia.
Portfolio Manager Founder ETFs, Michael Monaghan, menilai pertemuan tersebut memiliki dampak besar bagi ekonomi global.
“Ini tentu saja persaingan kekuatan besar, tetapi saya pikir kedua ekonomi ini akan lebih baik jika bekerja sama. Saya senang melihat kedua pemimpin berkolaborasi, suasana kerja sama, dan mudah-mudahan kita akan melihat hal itu berlanjut dalam kesepakatan jangka panjang," tambah Monaghan.
Dari sisi ekonomi, data penjualan ritel AS dilaporkan masih sesuai ekspektasi pasar. Namun kenaikan harga bensin akibat konflik Timur Tengah memicu kenaikan harga impor terbesar sejak Oktober 2022.
Kondisi ini membuat pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Presiden Federal Reserve Kansas City, Jeffrey Schmid, bahkan menyebut inflasi masih menjadi risiko terbesar bagi ekonomi AS meski kondisi ekonomi saat ini dinilai tetap tangguh.
Di antara 11 sektor utama dalam S&P 500, sektor teknologi (.SPLRCT) menjadi penyumbang kenaikan terbesar. Sementara sektor material (.SPLRCM) menjadi yang paling tertekan.
Sementara itu, saham perusahaan infrastruktur teknologi Nebius Group (NBIS.O) naik 6,7 persen setelah Northland Capital menaikkan target harga saham perusahaan tersebut.
Di sisi lain, saham Boeing (BA.N) justru turun 4,7 persen meski Trump mengatakan China sepakat membeli 200 pesawat buatan perusahaan tersebut.
Adapun saham perusahaan chip kecerdasan buatan Cerebras Systems (CBRS.O) melesat 68,2 persen pada debut perdagangannya di bursa AS.
Secara keseluruhan, volume perdagangan di bursa AS mencapai 18,77 miliar saham, lebih tinggi dibanding rata-rata 20 hari perdagangan terakhir yang berada di level 18,17 miliar saham.