News Berita

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Laporan Kinerja Moncer

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Laporan Kinerja Moncer

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Laporan Kinerja Moncer
New York Stock Exchange (NYSE) di Wall Street, New York City. Foto: Brendan McDermid/REUTERS
New York Stock Exchange (NYSE) di Wall Street, New York City. Foto: Brendan McDermid/REUTERS

Indeks saham utama Amerika Serikat (AS), Wall Street, menguat pada penutupan perdagangan Selasa (5/5), didorong oleh serangkaian laporan kinerja perusahaan yang solid. Penguatan ini terjadi di tengah turunnya harga minyak, meskipun ketegangan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz masih berlangsung.

Dikutip Reuters, Indeks S&P 500 naik 0,81 persen dan mengakhiri sesi perdagangan di 7.259,22 poin. Nasdaq naik 1,03 persen menjadi 25.326,13 poin, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,73 persen menjadi 49.298,25 poin.

Penguatan pasar terutama didorong oleh saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Saham Intel melonjak signifikan setelah laporan menyebutkan kerja sama dengan Apple untuk memproduksi prosesor utama perangkatnya. Selain itu, saham perancang chip AMD (AMD.O) naik sekitar 4 persen menjelang rilis laporan keuangan, dengan proyeksi lonjakan pendapatan sebesar 33 persen.

Indeks chip PHLX (.SOX) juga melesat 4,2 persen ke level tertinggi sepanjang masa dan telah naik sekitar 55 persen sepanjang 2026.

Secara keseluruhan, perusahaan-perusahaan dalam S&P 500 diperkirakan mencatatkan pertumbuhan laba agregat sebesar 28 persen secara tahunan pada kuartal I 2026. Angka ini menjadi pertumbuhan kuartalan terkuat sejak 2021. Para raksasa Al di Wall Street menjadi penyebab sebagian besar optimisme tersebut.

"Pasar mengikuti fundamental. Pendapatan yang masuk cukup kuat, dan diharapkan hal itu akan berlanjut hingga akhir tahun. Pengeluaran bisnis tetap kuat, baik itu untuk Al maupun alat produktivitas lainnya, dan konsumen terus berbelanja,” kata Ahli Strategi Investasi di US Bank Wealth Management di Minneapolis, Tom Hainlin.

Pekerja melihat pergerakan saham dari layar monitor di Wall Street di New York City. Foto: Eisele / AFP
Pekerja melihat pergerakan saham dari layar monitor di Wall Street di New York City. Foto: Eisele / AFP

Seluruh 11 sektor dalam S&P 500 mencatatkan penguatan, dipimpin sektor material (.SPLRCM) yang naik 1,67 persen, disusul sektor teknologi informasi (.SPLRCT) menguat 1,63 persen. Dari sisi komoditas, harga minyak mentah Brent berjangka turun, namun masih berada di kisaran USD 110 per barel.

Sementara itu, data ekonomi AS menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan turun menjadi 6,866 juta pada Maret, sedikit di atas perkiraan 6,835 juta. Kondisi ini memperkuat pandangan pasar tenaga kerja masih cukup tangguh, sehingga bank sentral berpeluang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) sektor non-manufaktur yang dirilis oleh Institute for Supply Management tercatat sebesar 53,6 pada April, sedikit di bawah ekspektasi 53,7.

Dari sisi emiten, saham Archer-Daniels-Midland (ADM.N) naik 3,8 persen setelah melaporkan laba kuartal I di atas ekspektasi. Kemudian saham DuPont (DD.N) naik 8,4 persen setelah produsen bahan industri itu menaikkan perkiraan laba tahunannya.

Sementara saham Pinterest (PINS.N) melonjak 6,9 persen setelah platform berbagi gambar tersebut memperkirakan pendapatan kuartal II di atas estimasi analis

Secara keseluruhan jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun di dalam indeks S&P 500 (.AD.SPX) dengan rasio 1,7 banding satu. Indeks S&P 500 mencatatkan 43 rekor tertinggi baru dan 23 rekor terendah baru, sedangkan Nasdaq Mencatatkan 160 rekor tertinggi baru dan 79 rekor terendah baru.

Volume perdagangan di bursa AS relatif rendah, dengan 16,1 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 17,7 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Buka sumber asli