Wagub Rano Pastikan Sekuriti yang Cekcok dengan Sopir Alphard Tak Dipecat
Wagub Rano Pastikan Sekuriti yang Cekcok dengan Sopir Alphard Tak Dipecat #newsupdate #update #news #text

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan, cekcok antara petugas keamanan (sekuriti) dengan pengendara mobil Toyota Alphard di pelican crossing Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, telah selesai.
“Oh sudah, sudah dijawab, sudah selesai permasalahannya itu,” kata Rano usai menjajal layanan Bus Open Dining Transjakarta di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (23/7).
“Iya artinya mudah-mudahan bisa ditemukan apa miskomunikasinya ada di mana ya,” sambungnya.
Saat ditanya mengenai kabar petugas keamanan tersebut dipecat, Rano membantahnya.
“Enggak, saya jamin tidak [dipecat],” tegasnya.
Sebelumnya, keributan antara pengendara mobil Alphard dan petugas keamanan di kawasan Halte Transjakarta Bundaran HI viral di media sosial.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika pengendara mobil diduga menerobos lampu merah penyeberangan di depan Hotel Pullman. Petugas keamanan yang sedang membantu penyeberangan kemudian menegur pengendara dengan menggebrak kaca mobil.
“Sudah diselesaikan secara kekeluargaan dibantu mediasi oleh Kapospol di Pospol Thamrin,” kata Braiel saat dikonfirmasi, Rabu (22/7).
Menurut Braiel, pengendara mobil tidak terima dengan cara petugas keamanan menegurnya sehingga keduanya terlibat adu mulut. Setelah itu, kedua belah pihak mendatangi Pospol Thamrin untuk menjalani mediasi.
Dalam mediasi tersebut, pengendara mobil dan petugas keamanan sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Keduanya saling memaafkan dan berjabat tangan. Setelah mediasi selesai, pengendara melanjutkan perjalanan, sedangkan petugas keamanan kembali bertugas.
Meski demikian, Braiel menyebut dugaan pelanggaran lalu lintas karena menerobos lampu merah penyeberangan tetap berpotensi diproses melalui tilang elektronik (ETLE).
Namun belakangan muncul curhatan si sekuriti di media sosial yang menyebut bahwa dirinya diminta untuk meminta maaf dengan cara berlutut saat proses mediasi di pospol Bundaran HI.
Atas dasar tersebut, Polda Metro Jaya akan memanggil kedua blah pihak untuk dikonfrontir pada pekan depan. Konfrontasi ini dilakukan agar semua permasalahan dan kesalahpahaman dapat diselesaikan.
Polisi juga mendalami informasi yang menyebut bahwa sopir Alphard sempat mengeluarkan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan mengaku sebagai aparat.