News Berita

VW Prediksi Pembeli Mobil Konvensional Sisa 3 Persen di 2035

VW: Pembeli mobil bensin sisa 3 persen di 2035 #kumparanOTO

VW Prediksi Pembeli Mobil Konvensional Sisa 3 Persen di 2035
Para karyawan bekerja di jalur perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) ID.3 milik produsen mobil Jerman, Volkswagen di Dresden, Jerman, pada 14 Mei 2025. Foto: JENS SCHLUETER / AFP
Para karyawan bekerja di jalur perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) ID.3 milik produsen mobil Jerman, Volkswagen di Dresden, Jerman, pada 14 Mei 2025. Foto: JENS SCHLUETER / AFP

Era kendaraan bermotor dengan mesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE) diprediksi Volkswagen atau VW akan segera menemui titik akhir.

Disitat Carscoops, langkah transisi menuju era elektrifikasi global kini dinilai bukan lagi sekadar tren semata, melainkan sebuah kepastian industri. VW meyakini bahwa penetrasi pasar mobil listrik (BEV) akan tumbuh jauh lebih masif dari perkiraan banyak pihak saat ini.

Anggota Dewan Penjualan dan Pemasaran VW, Martin Sander, menganalogikan perpindahan teknologi ini layaknya transisi dari kereta kuda ke mobil di masa lalu. Menurutnya, masyarakat nanti akan melihat mobil konvensional sebagai sebuah opsi transportasi yang usang dan tertinggal zaman.

Sander memprediksi bahwa pada tahun 2035 mendatang, jumlah konsumen yang masih melirik untuk membeli mobil ICE baru akan menyusut drastis. Angka peminat kendaraan konvensional tersebut diperkirakan hanya akan tersisa sekitar 3 hingga 5 persen saja di pasar global.

Mobil VW ID. Buzz Long Wheelbase, acara The BUZZ Point 11 - 13 Maret 2025.
 Foto: Trio Bagus Wicaksono/kumparan
Mobil VW ID. Buzz Long Wheelbase, acara The BUZZ Point 11 - 13 Maret 2025. Foto: Trio Bagus Wicaksono/kumparan

Namun, pabrikan yang bermarkas di Wolfsburg ini menekankan bahwa narasi pelarangan regulasi saja tidak cukup untuk mengubah pola pikir konsumen. Fokus utama industri saat ini harus dialihkan pada edukasi masif mengenai keunggulan nyata yang ditawarkan oleh mobil listrik.

VW mendesak para pemangku kebijakan untuk segera meruntuhkan benteng hambatan kepemilikan EV, terutama terkait ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Selain stasiun pengisian baterai yang merata, penyesuaian harga energi yang kompetitif juga menjadi kunci utama dalam memikat hati masyarakat.

Guna mempercepat dominasi global tersebut, VW pun gencar menyerap ilmu dan pengalaman berharga dari dinamika pasar EV di China yang sangat agresif. Efisiensi biaya produksi dan skala ekonomi yang didapatkan dari sana nantinya akan diterapkan untuk pasar Eropa serta wilayah lainnya.

Menariknya, strategi penguatan ini tetap disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing, termasuk dengan tidak memboyong varian Range-Extender EV (EREV) ke tanah Eropa. Melalui langkah taktis ini, VW optimistis mampu memimpin pasar dan bersaing ketat dengan dominasi pabrikan kendaraan listrik asal China.

Buka sumber asli