Viral Intel Polisi Masuk Kampus UMY, Begini Penjelasan Polda DIY
Viral Intel Polisi Masuk Kampus UMY, Begini Penjelasan Polda DIY #newsupdate #update #news #text

Viral di media sosial terkait adanya anggota intelijen (intel) kepolisian yang diamankan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di lingkungan kampus pada Rabu (17/6).
Terkait hal ini, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, membenarkan pria di dalam video beredar tersebut merupakan anggota Polda DIY.
"Terkait video yang beredar di media sosial, kami sampaikan bahwa pria yang ada dalam video tersebut adalah benar anggota Polda DIY. Dan merupakan petugas yang resmi terlibat dalam surat perintah penyampaian pendapat di muka umum yang dilaksanakan di titik O," kata Ihsan dalam keterangannya, dikutip Sabtu (20/6).
Ihsan menjelaskan, kehadiran yang bersangkutan di lokasi tersebut adalah bagian dari pelaksanaan tugas dan murni dalam rangka mengawal keselamatan peserta aksi kembali ke kampusnya.
"Terkait miskomunikasi dan kesalahpahaman tersebut telah diselesaikan dengan humanis. Kami telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan baik dengan pihak rektorat dan mahasiswa," ujarnya.
"Dan saat ini anggota tersebut telah kembali ke Polda DIY. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada pihak rektorat dan mahasiswa atas koordinasi yang sangat baik yang sudah terjalin saat ini," tuturnya.
Sebelumnya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar unjuk rasa di titik O Kilometer Yogyakarta pada Rabu (17/6). Ihsan menyebut demo tersebut berlangsung aman dan tertib.
Tanggapan UMY

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, turut membenarkan peristiwa intel kepolisian yang berada di lingkungan kampusnya.
"Saya menekankan kepada mahasiswa bahwa berdialog jauh lebih penting daripada menggunakan kekuatan fisik. Menggunakan akal sehat dan kejernihan pikiran adalah cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan," ujar Zuly dalam keterangannya.
Zuly menjelaskan aksi damai di titik O itu diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UMY. Pihak kampus, kata dia, memberikan izin pelaksanaan aksi dengan sejumlah ketentuan, yakni penggunaan jas almamater, penyampaian aspirasi secara tertib dan damai.
"Mahasiswa yang berangkat harus terdata dengan baik, dan ketika kembali jumlahnya harus sesuai. Itu bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung," jelasnya.
Mahasiswa kemudian kembali ke kampus sekitar pukul 17.30 WIB. Zuly mengatakan setelah itu pihaknya mendapat laporan soal ada pria yang tengah dimintai klarifikasi oleh mahasiswa terkait identitas dan tujuan kehadirannya di lingkungan kampus.
Ia menyebut, pimpinan universitas lalu melakukan mediasi guna memastikan proses penyelesaian berlangsung secara damai.
"Kami mengingatkan mahasiswa bahwa segala bentuk tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan. Kampus harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi dialog, etika, dan penyelesaian masalah secara damai," kata dia.
Zuly mengatakan melalui proses komunikasi antara mahasiswa, pimpinan kampus, dan pihak kepolisian, anggota intelijen tersebut menjelaskan identitas serta maksud kehadirannya. Polda DIY juga memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa tersebut dan menjemput yang bersangkutan dari kampus.
"Pihak kepolisian telah memberikan penjelasan dan klarifikasi. Karena itu, persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi yang terbuka," ucapnya.