News Berita

VinFast Gandeng CATL dan Gotion Kelola Limbah Baterai di Indonesia

VinFast mengungkapkan, pengelolaan limbah baterai akan dilakukan melalui kerja sama dengan mitra strategis global. #kumparanOTO

VinFast Gandeng CATL dan Gotion Kelola Limbah Baterai di Indonesia
Produsen baterai mobil listrik Gotion Indonesia. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Produsen baterai mobil listrik Gotion Indonesia. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

VinFast memastikan baterai bekas mobil listriknya akan didaur ulang di Indonesia. Untuk tahap awal, proses tersebut akan dilakukan bersama dua mitra baterai global, yakni CATL dan Gotion.

Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani mengatakan perusahaan saat ini belum memiliki kemampuan untuk mengelola limbah baterai secara mandiri. Karena itu, VinFast menggandeng kedua perusahaan yang telah berpengalaman di industri baterai.

Recycling baterai tentunya kami kan bekerjasama dengan beberapa vendor ya. Ada Gotion, lalu ada CATL. Nah, partner bisnis atau partner strategis kami ini yang nanti akan membantu kita untuk mengelola recycle atau mengelola limbah baterainya,” kata Rinaldi saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, seluruh proses pengelolaan baterai bekas akan dilakukan di dalam negeri. Artinya, baterai yang sudah tidak digunakan tidak akan dikirim ke luar negeri untuk diproses.

Aktivitas produksi mobil listrik VinFast di pabrik Subang, Jawa Barat, Senin (15/12/2025). Foto: Laras Kiranasari/kumparan
Aktivitas produksi mobil listrik VinFast di pabrik Subang, Jawa Barat, Senin (15/12/2025). Foto: Laras Kiranasari/kumparan

Meski masih mengandalkan mitra, VinFast tidak menutup peluang mengembangkan fasilitas maupun kemampuan internal untuk mengelola limbah baterai pada masa mendatang. Namun, langkah tersebut disebut tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Bukan tidak mungkin ke depannya kami akan mengelola sendiri, sambil mempelajari bagaimana proses me-recycle baterai. Kami tentunya akan lakukan riset dulu," katanya.

Pengelolaan baterai bekas menjadi salah satu aspek yang mulai mendapat perhatian seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik di Indonesia.

Setelah masa pakainya menurun, baterai tidak bisa diperlakukan sebagai limbah biasa karena masih mengandung berbagai material bernilai seperti nikel, litium, hingga kobalt yang dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.

Buka sumber asli