Ustazah di Banjarbaru yang Tewas Dibegal: Hidup Mandiri Buat Hidupi Keluarga
Ustazah di Banjarbaru yang Tewas Dibegal: Hidup Mandiri Buat Hidupi Keluarga #newsupdate #update #news #text

Duka masih menyelimuti rumah sederhana milik Hasanah (26), ustazah yang tewas usai dibegal di Jalan Saledri, Kelurahan Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (28/4).
Suasana hening menyelimuti rumah sederhana tempat Hasanah setiap hari melepas penat usai melakukan aktivitas mengajar dan berjualan aksesoris.
Ditemui kumparan di lokasi, Kafsyah, nenek Hasanah tidak mampu menutupi rasa kehilangan sosok cucu yang selalu membantu dirinya selama ini. Bahkan ia masih tidak menyangka cucu kesayangannya itu pergi dengan cara sangat tragis.
"Orangnya tidak pernah merepotkan orang lain. Dia rela tinggal sendiri di rumahnya, padahal ada saja keluarga yang meminta dia untuk tinggal bersama” ucap Kafsyah. Senin (4/5/2026).
Kafsyah juga mengaku selama ini keperluan dirinya sering dipenuhi oleh Hasanah, padahal dirinya tidak pernah meminta, namun sosok almarhumah selalu memberi sesuatu terutama saat gajian.
"Padahal saya masih ada saja uang dari pensiunan suami, tapi almarhumah selalu memberi saya. Bahkan dia juga terkadang memenuhi kebutuhan adiknya yang tinggal bersama tantenya” ucap Kafsyah.

Ditambahkan Kafsyah, Hasanah merupakan yatim piatu. Dia ditinggal sang ibu saat berusia 5 tahun, sedangkan sang ayah meninggal dunia pada tahun 2016 silam.
Kafsyah mengaku sempat panik karena sang cucu tidak ada kabar selama dua hari. Sebab menurutnya, kebiasaan Hasanah, jika terlambat pulang maka akan mengabari dirinya.
“Pada Selasa malam itu saya beberapa kali menelepon almarhumah tapi tidak ada jawaban. Karena tidak biasa almarhumah tidak memberi kabar kalau pulang telat. Bahkan pada hari Rabu itu teman mengajarnya di pondok menanyakan keberadaan Hasanah, karena almarhum pada hari Rabu tidak ada datang ke pondok untuk mengajar,” ungkapnya.

Korban Sosok Mandiri
Menurut paman korban, Saprudin mengatakan, setiap hari aktivitas korban hanya bekerja di dua tempat. Biasanya, pagi hari almarhum berangkat mengajar di ondok Pesantren Murotul Loguh di Kota Martapura Kabupaten Banjar. Biasanya almarhumah mengajar hingga pukul 12:00 WITA, setelah itu almarhumah pergi ke toko aksesoris untuk bekerja di sana.
“Almarhumah ini tidak pernah mengeluh. Sampai sakit pun dia tidak bilang, kecuali kita datang ke rumahnya dan melihat dia tengah sakit, baru kita tahu” kata Saprudin.

Dikatakan Saprudin, pihak keluarga sudah pernah menawarkan tempat tinggal di dekat tempat dia bekerja, namun oleh Hasanah ditolak dengan alasan tidak ingin merepotkan keluarga.
"Almarhumah ini anaknya sedikit pendiam, jika ditanya baru dia ngomong. Dan dia sudah mengajar di pondok selama 10 tahun, sejak dirinya lulus dari pondok tersebut," ungkapnya.
Di mata keluarga, almarhumah merupakan sosok yang sangat mandiri dan suka membantu sesama, terutama keluarga. Meski masih dalam kondisi kekurangan, namun Hasanah tidak sungkan untuk membantu jika ada keluarga yang membutuhkan bantuannya.
“Tentu kita sangat kehilangan. Di mata kita para keluarga, Hasanah ini anak yang sangat baik, tidak jarang dia mengingatkan kita untuk selalu taat beribadah," ucapnya.