Trump Ragukan Proposal Damai Iran, Ancam Serangan Bisa Dilanjutkan
Trump Ragukan Proposal Damai Iran, Ancam Serangan Bisa Dilanjutkan #newsupdate #news #update #text

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meragukan proposal damai terbaru dari Iran dan membuka kemungkinan serangan militer kembali dilanjutkan jika Teheran “berperilaku buruk”.
Hal itu disampaikan Trump pada Sabtu (2/5) sebelum terbang ke Florida, seraya menyebut dirinya sudah mengetahui konsep proposal Iran, tetapi masih menunggu rincian finalnya.
Trump menjelaskan bahwa ia belum melihat isi lengkap proposal tersebut, meski sudah diberi gambaran awal oleh timnya.
"Mereka memberi tahu saya tentang konsep kesepakatan itu. Mereka akan memberikan saya redaksi lengkapnya sekarang," kata Trump, dilansir AFP.
Meski begitu, Trump langsung meragukan peluang proposal tersebut untuk diterima. Ia menilai Iran belum cukup "dihukum" atas tindakan mereka sejak revolusi 1979.
"Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi saya sulit membayangkan itu bisa diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan terhadap kemanusiaan dan dunia selama 47 tahun terakhir," tulis Trump dalam akun Truth Social-nya, Minggu (3/5).
Ia juga menolak menutup kemungkinan serangan militer kembali dilakukan.
"Saya tidak ingin mengatakan itu. Saya tidak bisa memberi tahu itu kepada reporter. Jika mereka berperilaku buruk, melakukan sesuatu yang buruk, kita lihat saja. Itu kemungkinan yang bisa terjadi," kata Trump.
Iran Tawarkan Skema Baru
Sementara itu dari pihak Iran, seorang pejabat senior menyebut proposal terbaru itu berisi langkah konkret untuk mengakhiri perang, termasuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dan menghentikan blokade AS.

Dilaporkan Reuters, proposal tersebut juga mengusulkan agar pembahasan soal program nuklir ditunda ke tahap akhir negosiasi, demi membuka jalan kesepakatan lebih cepat.
Pejabat Iran mengatakan strategi ini sengaja dirancang untuk menciptakan suasana negosiasi yang lebih kondusif.
"Dalam kerangka ini, negosiasi mengenai isu nuklir yang lebih kompleks dipindahkan ke tahap akhir untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif," kata pejabat Iran kepada Reuters.
Selain itu, Iran meminta jaminan bahwa AS dan Israel tidak akan kembali melancarkan serangan jika perang dihentikan.