Tangis Haru Kepala TK Kristen di Kupang: Sekolah Direvitalisasi Kemendikdasmen
Tangis Haru Kepsek TK Kristen Kota Kupang yang Sekolahnya Akan Direvitalisasi #newsupdate #news #update #text

Kepala Sekolah TK Kristen Kota Kupang, Nortje Padaleti, sangat bersyukur sekolahnya terpilih menjadi salah satu sekolah yang direvitalisasi Kemendikdasmen. Ia pun menangis haru karena tempatnya mengajar dan juga bekerja akhirnya bisa dibangun lebih layak lagi untuk murid-muridnya.
“Kami sangat bersyukur karena kami dibantu, kami sangat dibantu oleh kementerian dengan gedung-gedung ini. Kami sadar selama ini kami terbatas dalam ruang gerak. Kami sangat bersyukur kami diberi ruang belajar lebih luas. Anak-anak sudah bisa belajar dan bermain dengan bebas di ruangan yang sesuai dengan ukuran mereka,” jelas Nortje kepada kumparan di lokasi, Senin (4/5).

Sebab jika dilihat, kondisi bangunan TK saat ini hanya memiliki satu ruangan saja. Bahkan dalam satu kelas, terdapat tembok yang digunakan sebagai sekat untuk memisahkan ruang belajar dengan ruang kepala sekolah.
"Iya, sebelumnya kondisinya kami hanya dikasih satu ruangan, dipinjam pakai satu ruangan, dan di dalam satu ruangan itu ada dua kelas, dua ruangan belajar di situ," kata Nortje.
Awalnya, Nortje daftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), lalu menjelaskan kondisi ruang kelas di TK Kristen Kota Kupang yang hanya memiliki satu kelas, tetapi digunakan untuk dua rombel.

"Proses yang pertama itu kami selalu berharap dari pihak gereja untuk membantu, tapi karena pihak gereja memiliki biaya terbatas bagi kami, maka kami mempunyai terobosan. Ketika kunjungan daripada Mama Anita Gah (Anggota Komisi X DPR RI) untuk mendengar keluhan kami. Beliau membantu kami dengan menghubungi pihak kementerian dan kami dihubungi untuk menyiapkan segala sesuatu (mengisi dapodik) dalam rangka bantuan ini," jelas Nortje.
Pembangunan kembali gedung TK Kristen Kota Kupang juga diharapkan dapat menerima lebih banyak anak jemaat di Gereja Masihi Injili di Timor (GMIT) yang ingin bersekolah di TK tersebut. Sebab selama ini sekolahnya memang sangat terbantu oleh GMIT.

"Banyak anak jemaat yang kami tidak terima karena kondisi. Tetapi ketika kami mendapatkan ruangan ini, kami akan berusaha semampu kami supaya kami dapat melayani semua anak jemaat yang ada di sini yang berusia sekolah," jelas Nortje.
Revitalisasi bangunan TK Kristen Kota Kupang rencananya diusahakan selesai pada 120 hari kalender atau Oktober 2026.
Total anggaran revitalisasi pembangunan yang diberikan sebesar Rp 863.440.000. Pembangunan TK Kristen Kota Kupang juga akan didirikan di atas seluas 1.250 m2 yang disiapkan oleh Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).

Salah satu orang tua murid, Hamida Arifin, juga sangat memohon kepada pemerintah agar anak-anak di NTT bisa diberikan perhatian. Ia tak ingin anak-anak di tempat tinggalnya hanya ada di jalan atau menjual koran.
"Saya ingin menyampaikan isi hati saya atau pribadi saya, saya harap tolong perhatikan kami di NTT. Terutama anak-anak yang kurang pendidikan, kurang adanya pembelajaran. Kasihan, kan anak-anak punya pendidikan atau ada kepintaran dari anak-anak tersendiri, tapi tidak diasah," tegas Hamida.
"Kasihan, nanti masa kita mau lihat anak-anak kita hanya di jalan atau jual koran. Untuk saya sendiri, saya sangat senang karena sudah bertahun-tahun kita menantikan gedung baru, ternyata dikabulkan," sambungnya.
Mu'ti: Revitalisasi Sekolah di NTT Dimulai dari Kota Kupang
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengunjungi TK Kristen Kota Kupang pada Senin (4/5). Dalam kunjungannya, ia juga ditemani oleh anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah.
Mu'ti menyebut revitalisasi TA 2026 untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dimulai dari Kota Kupang, salah satunya dengan merevitalisasi TK Kristen Kota Kupang ini.

"Pertama, ini menandai revitalisasi tahun 2026 yang Alhamdulillah sudah kita mulai di NTT ini. Banyak yang akan kita bangun nanti karena termasuk daerah prioritas, yaitu masuk dalam wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia). Pembangunan revitalisasi sekolah ini juga dalam rangka memenuhi arahan Presiden untuk wajib belajar 13 tahun" kata Mu'ti di Kupang, Senin (4/5).
Mu'ti juga berharap pembangunan revitalisasi sekolah ini juga bisa berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan.
"Harapan kami dengan pembangunan ini kegiatan belajar mengajar lebih baik lagi dan tentu saja kualitas pendidikan juga lebih meningkat begitu jua dengan sumber daya manusia, khususnya di NTT ini bisa lebih meningkat lagi," tegas Mu'ti.