Takhta Raja Basket Mahasiswa Itu Kembali Jadi Milik Perbanas
Dari tim yang sempat diragukan mampu bersaing, Perbanas menutup musim dengan cara terbaik: menjadi juara Campus League The Nationals dan wakili Indonesia di Asia. #campussport #bolasports #sport #text

Hari ini kita bisa buktiin di Indonesia. Perbanas: raja yang tidur sudah bangun!
Kalimat itu keluar dari mulut Zulfahrizal usai mengangkat trofi di podium Campus League Basketball The Nationals Season 1 2026. Perjuangan ia dan timnya terbayar tuntas usai membawa Tim Basket Putra Institut Perbanas menjadi juara di kompetisi level nasional.
Institut Perbanas memang tampil fenomenal dalam laga final The Nationals kontra Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Basketball Court, UPH, Tangerang, Sabtu (13/6) petang. Laga puncak ini sukses menyajikan drama hingga detik terakhir. Gim bahkan harus dituntaskan lewat overtime setelah skor sama kuat 40-40 di empat kuarter.
Mentalitas juara yang dimiliki Perbanas sukses mereka tampilkan di babak overtime. Zaky Al Hakim dkk menuntaskan laga dengan skor tipis 47-45.
Akan tetapi, kendati datang dengan status tim unggulan, medali emas itu tak diraih dengan mudah oleh Perbanas. Tim "Rhinos" sempat terseok-seok di Regional Jakarta bahkan hampir gagal lolos ke pentas The Nationals. Perbanas sempat diragukan banyak orang untuk bisa bersaing dan melangkah jauh di The Nationals.
@campussportid Raja yang sempat tertidur kini bangun, Champs! Dalam sesi konferensi pers pasca-laga final Campus League The Nationals, pelatih Perbanas, Zulfahrizal, membeberkan kunci keberhasilan timnya meraih gelar juara. Menurutnya, bukan karena Perbanas dihuni oleh pemain bintang melainkan kesolidan tim sepanjang kompetisi. Dirinya juga mengatakan bahwa prestasi Perbanas yang sempat “redup” beberapa waktu belakangan kini bangkit lagi di level nasional. Bold statement from @coach_rzl🙌🙌 📸: Campus Sport Indonesia/Aji Nugrahanto 📝: campussport | sport | bolasports | svl | R177 | E030 #CampusLeague #TheNationals #campussportindonesia
♬ original sound - Campus Sport Indonesia - Campus Sport Indonesia
"Terpeleset" di Regional Jakarta
Flashback ke fase Regional Jakarta, laju Rhinos Perbanas memang cukup meyakinkan di fase grup. Anak asuh Zulfahrizal ini menyapu bersih tiga laga dengan margin poin yang jauh.
Di gameday pertama, Perbanas menang meyakinkan atas Universitas Prasetya Mulya 96-30. Lalu, melibas Universitas Negeri Jakarta 99-25, dan menutup fase grup dengan pesta poin 91-34 atas Universitas Kristen Indonesia. Perbanas keluar menjadi juara Grup A dengan poin sempurna.
Namun, laju sempurna Rhinos Perbanas di fase grup tiba-tiba terjegal oleh Binus University di Regional Playoffs. Perbanas "terpeleset" dan harus mengakui kekalahan 56-68 dari skuad asuhan Jap Ricky. Kekalahan ini juga yang membuat Perbanas gagal ke final Regional Jakarta.
Sadar masih haus akan panggung nasional, Perbanas langsung mengganas dalam perebutan tempat ketiga & satu spot ke The Nationals. Kans itu tak disia-siakan, gim dituntaskan dengan kemenangan 65-41 atas Universitas Trisakti.
“Coach bilang kami harus ambil game ini. Kami benar-benar harus ada di The Nationals,” ujar Zaky Al Hakim.
Telat Panas di The Nationals
Jeda sepekan dimanfaatkan dengan maksimal oleh Perbanas. Mereka tentu melakukan evaluasi dan mengambil banyak pelajaran dari kegagalan menjadi juara di Regional Jakarta.
Perbanas membuka Gameday 1 dengan lawan berat: UKSW, juara Regional Yogyakarta. Kejar-kejaran poin berlangsung sepanjang empat kuarter. Perbanas gagal mengamankan kemenangan dan harus mengakui kekalahan dengan skor amat tipis 54-55 dari Nabizar Atilla cs.
Hasil minor di Regional Jakarta dan kekalahan di pembuka The Nationals sempat membuat banyak orang meragukan Perbanas untuk bersaing lagi di level nasional. Zulfahrizal bahkan mengaku mendengar cemooh bagaimana timnya akan menjadi bulan-bulanan.
"Bang lo yakin? Siap-siap aja dimalu-maluin. Lo udahlah siap-siaplah bulan-bulanan," ucap Zulfahrizal mengenai cemoohan yang dituturkan banyak orang kepada timnya.

Meski begitu, Zulfahrizal menanamkan satu hal kepada para pemain: nama besar Perbanas harus tetap dijaga, siapa pun yang mengenakan seragamnya. "Ini bukan kampus-kampus lain, ini Perbanas," tutur pelatih yang sudah menangani Perbanas sejak 2016 itu.
Alih-alih tersudut, Zulfahrizal justru sukses mengolah keraguan hingga cemoohan itu menjadi bahan bakar Perbanas dalam lanjutan The Nationals. Perbanas lalu melanjutkan keganasannya di fase grup: mengalahkan Universitas Cenderawasih 70-57, menundukkan Universitas Mulawarman 46-36, dan yang termanis adalah revans dari Binus University 52-43. Tiga kemenangan itu membawa Perbanas ke Nationals Four sebagai runner-up Grup B.
Berlanjut ke semifinal, Perbanas kembali bertemu dengan lawan mereka di final kompetisi mahasiswa pada Desember 2025, UPH. Misi kali mungkin lebih sulit, terlebih UPH punya home advantage dengan tribune yang selalu penuh sesak oleh suporter The Eagles–nama tim basket UPH.
Sempat tertinggal di dua kuarter awal dari UPH, Perbanas lalu memanas di dua kuarter akhir. Laga super sengit itu berhasil ditutup oleh pasukan Coach “R” dengan kemenangan membanggakan 59-50.
"Kita sudah pernah ngerasain kalah di regional dan nasional di laga pertama. Masa kita mau ngerasain lagi seperti itu? Akhirnya anak-anak step up, semangatnya luar biasa bangun dari tidurnya mereka kayak kesentuh egonya. Mereka fight sampai habis," kata Zulfahrizal soal motivasinya di ruang ganti kala semifinal.
@campussportid PERBANAS CHAMPIONS!!! Institut Perbanas berhasil meraih gelar juara di Campus League Basket The Nationals putra usai menang dalam final super fantastis vs Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Duel sangat, sangat, sangat ketat sejak kuarter pertama. Gim bahkan harus dituntaskan lewat overtime sebab skor sama kuat 40-40 di empat kuarter. Di overtime, Perbanas berhasil melesakkan tujuh poin yang membuat laga berakhir 47-45. Keberhasilan ini jelas fantastis buat Perbanas. Sebab, dalam enam bulan terakhir mereka merasakan banyak kekalahan seperti dalam final sebuah kompetisi di Desember 2025 dari UPH. Lalu mereka gagal ke final Campus League Regional Jakarta. Tapi, Perbanas sukses membayar tuntas semuanya di The Nationals. KING PERBANAS IS BACK!👑👑👑 📸: Campus Sport Indonesia/Aji Nugrahanto 📝: campussport | sport | bolasports | svl | R177 | E030 #CampusLeague #TheNationals #campussportindonesia
♬ original sound - Campus Sport Indonesia - Campus Sport Indonesia
Perbanas: Raja Basket Kampus
Lolos ke partai puncak jelas jadi capaian fantastis bagi tim yang hampir gagal meraih tiket ke The Nationals. Perbanas senang, tapi bagi mereka itu semua belum cukup.
Perbanas bertemu kembali dengan UKSW di final, lawan mereka di gim pertama. Duel berlangsung panas sejak detik pertama. Kedua tim tampil ngotot di lapangan demi meraih gelar juara. Sengitnya laga bahkan membuat gim harus dilanjut ke overtime setelah berakhir 40-40 di empat kuarter.
Di tengah tekanan yang memuncak, Rhinos Perbanas sukses menemukan momen penentu. Dua free throw dari Haikal Malik membawa Rhinos keluar sebagai juara berkat menang atas UKSW 47-45.
Euforia pemain pecah usai laga. Sedangkan Zulfahrizal tak kuasa menahan air mata menyaksikan semuanya.
Bagi para pemain, gelar ini menjadi jawaban atas anggapan bahwa Perbanas hanya bisa menang karena diperkuat pemain-pemain berbakat profesional. "Kita bisa buktiin enggak gara-gara (pemain) IBL, kita bisa juara," kata Zaky Al Hakim.

Sedangkan Zulfahrizal memaknai gelar ini dengan lebih luas. Pertama, baginya ini adalah project regenerasi yang sukses. Bayangkan saja, Perbanas sukses juara dengan kapten Zaky dan pointer Haikal yang baru menginjakkan bangku perkuliahan semester dua.
Perbanas sukses juara tanpa pemain-pemain profesional seperti Daniel Salamena hingga Anto Boyratan. Rhinos justru berhasil melahirkan generasi emas baru di Campus League.
Kedua, Zulfahrizal sukses membayar tuntas semua kepercayaan hingga cemoohan sebelum gelaran The Nationals. "Saya enggak bisa ungkapin pakai kata-kata, speechless juga tadi pas habis gim. Benar-benar kayak 'Ah peringkat tiga regional bisa juara nasional nih'. Benar-benar kayak enggak kebayang sama sekali,".
"Perbanas tetaplah Perbanas. Perbanas itu mentality juaranya selalu melekat. Mau di event mana pun, mau siapa pun yang main. Kita kembalikan masa kejayaan itu lagi.”
Dan, ketiga, Perbanas sukses mengembalikan tradisi juara di kompetisi basket antar-kampus setelah bisa hattrick di periode 2022, 2023, 2024.
“Banyak itu kan banyak yang ngomong kita juara karena (pemain) IBL, kita sudah bisa jawab semua haters. Alhamdulillah kita bisa jawab semua omongan haters yang baik banget sama kita, yang selalu bilang juara dengan tim IBL. Dan hari ini kita bisa buktiin di Indonesia, Perbanas: raja yang tidur sudah bangun." pungkas Zulfahrizal dalam sesi konferensi pers pasca-final.
Kisah Cinderella Rhinos Perbanas belum berakhir. Setelah menjadi juara Campus League Basketball The Nationals, Perbanas berhak atas tiket mentas di Asian University Basketball League (AUBL) Conference B 2027 mendatang di Makau.
Selamat, Rhinos Perbanas. Kini, waktunya buktikan mentalitas di panggung Asia!