News Berita

Surveyor Indonesia Catat Bantu Banyak Perusahaan Tingkatkan Skor ESG

Surveyor Indonesia menjelaskan, peningkatan skor ESG meliputi berbagai aspek, mulai dari analisis sampai penyusunan roadmap ESG. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Surveyor Indonesia Catat Bantu Banyak Perusahaan Tingkatkan Skor ESG
Wednesday Desk oleh Surveyor Indonesia di Grha Surveyor, Jakarta pada Rabu (13/5). Foto: kumparan/Argya Maheswara.
Wednesday Desk oleh Surveyor Indonesia di Grha Surveyor, Jakarta pada Rabu (13/5). Foto: kumparan/Argya Maheswara.

Dalam menjalani bisnis Testing, Inspection, Certification, and Calibration/Consultation (TICC), PT Surveyor Indonesia (Persero) mencatat sudah membantu banyak perusahaan meningkatkan skor Environmental, Social, and Governance (ESG). Adapun perusahaan yang skor ESG nya meningkat juga berasal dari berbagai sektor.

Manager Operation Sustainability Surveyor Indonesia, Niluh Ayounik Mahasabha, menjelaskan bahwa peran Surveyor Indonesia dalam peningkatan skor ESG tersebut meliputi beberapa aspek mulai dari analisis sampai membantu perusahaan menyusun roadmap atau peta jalan ESG.

“Kami membantu perusahaan untuk bisa mengukur ketercapaiannya seperti atas, baik itu dari tools ESG rating, yang memang sudah di apa namanya, sudah ada di global yang memang ada di global baik itu S&P Global, ada MSCI, ada Carbon Disclosures Project, dan juga beberapa lembaga rating lainnya,” kata Niluh dalam cara Wednesday Desk di Grha Surveyor, Jakarta pada Rabu (13/5).

Di sktor agriculture, Petrokimia Gresik merupakan salah satu klien Surveyor Infonesia berhasil meningkatkan skor ESG dari 51 menjadi 71 atau naik 20 poin.

Ilustrasi Wika Beton. Foto: Dok. Wika Beton
Ilustrasi Wika Beton. Foto: Dok. Wika Beton

Tak hanya itu, pada sektor infrastructure WIKA Beton juga mencatat peningkatan signifikan dari 49 menjadi 71 atau naik 22 poin. Di sektor transportation, PT KAI meningkatkan skor ESG dari 41 menjadi 55 atau naik 14 poin.

Sementara itu, PLN Nusantara Power di sektor energy memperoleh pencapaian rating C dari CDP, sebelumnya perusahaan ini belum memiliki rating. Pada sektor oil and gas, Pertamina Hulu Energi memperoleh rating BBB dari MSCI.

Terkait keberlanjutan dan fokus sektor usaha pada aspek-aspek ESG, ia juga menjelaskan bahwa hal ini tak bersifat musiman dan juga pilihan melainkan suatu yang menjadi keharusan. Hal ini juga didorong berbagai faktor termasuk regulasi mengenai keberlanjutan.

“Karena kita melihat sekarang pertumbuhan, pertumbuhan di jenis brand-brand semakin bertumbuh, semakin masif. Kita melihat juga dorongan regulasi yang semakin keras. Permintaan investor yang beragam dan menuntut kita untuk memberikan impact ya kepada dunia baik di sosial dan di lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga melihat saat ini banyak sektor usaha yang sudah mulai berubah dari fokus business as usual menjadi responsible business.

“Karena mereka ingin pertama, meet expectation dengan stakeholders dan yang kedua, mereka ingin tetap survive dalam menjalankan bisnis di tanah tantangan keberlanjutan,” kata ia.

Buka sumber asli