News Berita

Surat Verona untuk Mendikdasmen: Mimpi Kami Terwujud, Ruangan Baru-Meja Baru

Surat Verona untuk Mendikdasmen: Mimpi Kami Terwujud, Ruangan Baru-Meja Baru #newsupdate #news #update #text

Surat Verona untuk Mendikdasmen: Mimpi Kami Terwujud, Ruangan Baru-Meja Baru
Verona, siswi asal SMA Negeri 3 Kalabahi, di SMAN 9 Kota Kupang. Foto: Rinjani Meisa/kumparan
Verona, siswi asal SMA Negeri 3 Kalabahi, di SMAN 9 Kota Kupang. Foto: Rinjani Meisa/kumparan

Verona, siswi asal SMA Negeri 3 Kalabahi, jauh-jauh terbang ke Kupang untuk menemui Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Kalabahi merupakan ibu kota Kabupaten Alor, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari Kalabahi ke Kupang jauhnya mencapai 267 km.

Ia bersama gurunya perlu menempuh perjalanan udara sekitar 1,5 jam untuk bisa sampai ke SMAN 9 Kota Kupang menemui Mendikdasmen. Dalam acara peresmian revitalisasi bangunan SMAN 9 Kota Kupang, Verona turut menyampaikan surat di hadapan Abdul Mu'ti secara langsung yang berisi sebaga berikut:

Surat Verona untuk Mendikdasmen Abdul Mu'ti di SMAN 9 Kota Kupang. Foto: Rinjani Meisa/kumparan
Surat Verona untuk Mendikdasmen Abdul Mu'ti di SMAN 9 Kota Kupang. Foto: Rinjani Meisa/kumparan
Dari ujung Alor Nusa Tenggara Timur
Untuk :
Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Bapak Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed
yang saya hormati
Selamat Siang Bapak,
Saya dari SMA Negeri 3 Kalabahi sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak untuk perhatiannya bagi kami SMA Negeri 3 Kalabahi, karena sekolah kami adalah salah satu dari sekian banyak sekolah di kabupaten Alor yang mendapatkan dana Revitalisasi Tahun 2025.
Ada rasa bangga dan juga haru dari lubuk hati yang paling dalam, karena kurang lebih 9 tahun perjalanan, tapi sekolahku masih menyeka keringat dan air mata. Jangankan gedung yang layak, jalan ke sekolah kami juga seperti terasing, kami harus belajar dibalik tembok yang mudah rapuh, bahkan terkadang terus menyeka keringat karena panas terik matahari.
Namun, bukan hanya itu saja, kami juga harus belajar dengan suasana yang tidak nyaman karena suara berisik dari ruangan sebelah. Karena nyatanya sekolah kami hanya dibatasi sekat tripleks tipis.
Tapi, terima kasih karena rintihan dan keluhan kami akhirnya didengar,
Ada harapan baru bagi sekolah kami bisa mendapatkan bantuan dana revitalisasi untuk tempat belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan.
Hari ini mimpi kami akhirnya terwujud, ruangan baru, meja baru, kursi baru, semuanya baru. Dan tentunya semangat yang baru. Semangat untuk menggapai mimpi meraih cita... hari depan yang penuh harapan.
Akhirnya, salam manis dari kami, Anak Negeri Nusa Kenari, Nusa Tenggara Timur. Sehat selalu ya... Bapak...
Negeri ini masih sangat membutuhkan Bapak, Orang baik berhati mulia.
Rindu kami Bapak bisa menginjakkan kaki di sekolah yang sudah bapak dirikan ini. Peluk hangat dari kami siswa-siswi SMA Negeri 3 Kalabahi.

Sambil terisak, Verona menyampaikan surat itu dengan penuh keberanian dan rasa terharu. Ia sangat berterima kasih kepada Kemendikdasmen karena sekolahnya mendapatkan revitalisasi tahun anggaran (TA) 2025 dan kini pembangunannya sudah selesai.

Ia bercerita dengan penuh haru membayangkan masa lalu yang begitu menyesakkan bagi Verona. Mulai dari kelas yang disekat menggunakan tripleks sampai lantai yang hanya beralaskan tanah.

Siswi, Verona di SMAN 9 Kota Kupang. Foto: Rinjani Meisa/kumparan
Siswi, Verona di SMAN 9 Kota Kupang. Foto: Rinjani Meisa/kumparan

"Dahulu kami belajar di ruangan darurat, ruangan itu hanya dengan tripleks, dengan lantai hanya tanah, dan seng kami itu seperti lubang-lubang. Jadi, kalau hujan, kami tidak bisa belajar karena hujan turun dan kena kami. Jadi itu yang membuat saya untuk menuliskan surat itu," kata Verona, Selasa (5/5).

Ia juga mendeskripsikan kondisi ruang kelas yang saat ini jauh berbeda dari sebelumnya. Verona merasa sangat nyaman dengan sekolahnya sekarang.

"Sekolahnya bagus, ruangannya kami rasa nyaman dan menyenangkan, karena kami tidak bisa merasakan panas dan kelelahan, karena ruangan kami yang dulu dan sekarang itu beda jauh. Jadi kami tidak merasakan hujan kena kami. Kami tidak merasakan panas. Ruangan kami sangat sejuk, besar, dengan kursi yang empuk," jelas Verona.

Dahulu, di sekolah Verona di SMA Negeri 3 Kalabahi, dua orang duduk di satu kursi. Ia bercerita, sekarang siswa-siswanya bisa duduk di kursi masing-masing.

Verona, siswi SMAN 3 Kalabahi, bacakan surat di depan Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Rinjani Meisa/kumparan
Verona, siswi SMAN 3 Kalabahi, bacakan surat di depan Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Rinjani Meisa/kumparan

"Kami berharap ke depannya revitalisasi terus ada di sekolah kami untuk adik-adik kelas, adik-adik yang nanti akan datang untuk bersekolah di situ lagi. Mengucapkan terima kasih banyak buat Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen," ujarnya.

Guru yang datang bersama Verona, Leti Waang, sekaligus juga kepala sekolah di SMA Negeri 3 Kalabahi, menjelaskan revitalisasi ini anggarannya capai Rp 1.740.529.000 atau sekitar Rp 1,74 miliar.

"2 RKB (Ruang Kelas Baru), 1 lab komputer, 1 toilet beserta sanitasi. Di dalam lab komputer itu sudah disertai dengan meja kursi, lemari, perabotnya semua dilengkapi," jelas Leti Waang, Selasa (5/5).

Sebelumnya, ia juga mengaku bahwa keluhan itu akhirnya didengar setelah 9 tahun sekolahnya tak tersentuh bantuan.

Buka sumber asli