Sudah Rutin Pijat Perineum, Apakah Pasti Tidak Akan Robek saat Melahirkan?
Meski telah melakukan berbagai persiapan menjelang persalinan, tidak sedikit ibu hamil yang masih khawatir mengalami robekan pada jalan lahir. Simak penjelasannya! #momsupdate #update #mom #text

Menjelang persalinan pervaginam , tidak sedikit ibu hamil yang berharap bisa melahirkan tanpa mengalami robekan pada jalan lahir. Salah satu cara yang sering dianjurkan adalah melakukan pijat perineum. Namun, apakah pijat perineum benar-benar bisa mencegah robekan?
Menurut bidan yang juga Bina Maternity Officer (BMO), Bd. Linda Frihastuti, Amd.Keb, pijat perineum memang dapat membantu mengurangi risiko robekan yang berat, tetapi tidak menjamin ibu akan terbebas dari robekan saat persalinan.
"Belum tentu. Elastisitasnya pasti beda-beda. Cuma akan meringankan risiko derajat yang lebih tinggi,” ujar Linda kepada kumparanMOM, Jumat (3/7).
Pijat Perineum Membantu Mengurangi Risiko Robekan Berat

Linda menjelaskan, setiap ibu memiliki elastisitas jaringan perineum yang berbeda. Karena itu, hasil pijat perineum pun tidak selalu sama pada setiap orang.
Meski demikian, pijatan yang dilakukan secara rutin dapat membantu membuat jaringan lebih lentur sehingga diharapkan robekan yang terjadi tidak sampai derajat yang berat.
Perlu diketahui bahwa robekan perineum dibagi menjadi empat derajat berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu:
-Derajat 1
Robekan derajat 1 hanya mengenai lapisan mukosa atau jaringan paling luar sehingga umumnya berupa luka ringan atau lecet.

"Sobeknya itu antara derajat 1 sampai dengan derajat 4 kita sebutnya. Derajat 1 itu hanya sampai dengan mukosa saja. Jadi cuma lecet saja. Harapannya kita hanya itu yang dilakukan," kata Linda.
Pada beberapa kasus, robekan ringan bahkan tidak selalu memerlukan jahitan apabila perdarahannya minimal dan luka dapat menutup dengan baik. Namun, jika perdarahan cukup banyak karena mengenai pembuluh darah, tenaga kesehatan tetap akan melakukan penjahitan untuk menghentikan perdarahan dan membantu proses penyembuhan.
-Derajat 2
Robekan derajat 2 sudah mencapai otot perineum sehingga biasanya memerlukan tindakan penjahitan. Menurut Linda, apabila tenaga kesehatan perlu melakukan episiotomi atau sayatan pada perineum, arah sayatan tidak dilakukan lurus ke bawah.
Mengapa Sayatan Episiotomi Tidak Dilakukan Lurus?

Selain itu, Linda juga menjelaskan bahwa sayatan maupun robekan yang lurus ke arah anus berisiko berlanjut hingga mengenai otot anus ketika kepala bayi keluar.
"Ketika nanti lurus, terus habis itu bayi tambah gede, kepalanya sobeknya sampai anus,” jelasnya.
Oleh karena itu, bidan maupun dokter biasanya membuat sayatan miring, umumnya mengarah ke posisi sekitar jam 5 atau jam 7 apabila dianalogikan seperti arah jarum jam. Teknik ini dilakukan untuk mengurangi risiko robekan meluas hingga menjadi robekan derajat 3 atau derajat 4.
Robekan Berat Bisa Menimbulkan Trauma
Robekan yang mencapai anus atau rektum merupakan kondisi yang jauh lebih serius. Selain membutuhkan penanganan dan penjahitan yang lebih kompleks, kondisi ini juga berisiko menimbulkan komplikasi bila proses penyembuhannya tidak berjalan baik.

Linda menjelaskan, pada kondisi tertentu, jahitan dapat terbuka kembali sehingga saluran antara anus dan vagina ikut terganggu. Akibatnya, feses dapat keluar melalui vagina dan pasien perlu menjalani operasi perbaikan ulang.
Sehingga, upaya untuk mengurangi risiko robekan berat, termasuk melalui pijat perineum, dapat menjadi salah satu persiapan yang bermanfaat menjelang persalinan. Meski tidak menjamin ibu akan terbebas dari robekan, pijat perineum dapat membantu meningkatkan kelenturan jaringan sehingga diharapkan risiko robekan yang lebih berat dapat diminimalkan.