News Berita

Sopir Tabrak Pemotor, BMW i5 Diamuk Massa di Kebon Jeruk, Jakbar

Sopir Tabrak Pemotor, BMW i5 Diamuk Massa di Kebon Jeruk, Jakbar#newsupdate #update #news #text

Sopir Tabrak Pemotor, BMW i5 Diamuk Massa di Kebon Jeruk, Jakbar
Peluncuran mobil listrik BMW i5 di Jakarta, Selasa (26/3). Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Peluncuran mobil listrik BMW i5 di Jakarta, Selasa (26/3). Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Mobil listrik BMW i5 berpelat nomor B 77 NRI berwarna hitam dan pengemudinya diamuk massa di Jalan Arjuna Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (22/6).

Dalam video yang beredar, tampak seluruh kaca mobil mengalami kerusakan parah. Sejumlah orang terlihat melempar batu ke arah mobil tersebut. Bodi mobil juga tampak rusak setelah dilempari dan dipukul massa.

Tak beberapa lama, polisi tiba di lokasi dan mengamankan dari amukan massa lebih lanjut. Tampak bagian kap depan mobil mengalami kerusakan parah. Sopir mobil mahal itu juga terluka.

Penjelasan Polisi

Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto mengatakan mobil tersebut dikemudikan pria bernama Albert Satryo Wibowo (20).

Ia diduga menabrak pengendara motor di Jalan Meruya Selatan, tepatnya di depan Universitas Mercu Buana, Kembangan, Jakarta Barat, sekitar pukul 08.15 WIB.

“Sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas, kendaraan listrik sedan BMW B 77 NRI yang dikemudikan oleh Albert Satryo Wibowo melaju di Jalan Meruya Selatan dari arah utara ke selatan. Sesampainya di depan Universitas Mercu Buana, menabrak sepeda motor Honda Supra B 6242 VDR yang dikendarai oleh Sutiyo yang melaju dari arah selatan ke utara,” kata Joko dalam keterangannya, Senin (22/6).

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor bernama Sutiyo (53) mengalami luka lecet pada tangan dan kaki. Korban kemudian dibawa ke RSUD Kembangan untuk mendapatkan perawatan.

“Sutiyo mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kaki, berobat ke RSUD Kembangan,” ujarnya.

Joko mengatakan penyebab pasti kecelakaan tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Masih dalam proses lidik,” tutupnya.

Buka sumber asli