News Berita

Seorang Bayi Ditinggalkan Dalam Toilet KA Sancaka Rute Yogya-Surabaya

Seorang Bayi Ditinggalkan Dalam Toilet KA Sancaka Rute Yogya-Surabaya #newsupdate #update #news #text

Seorang Bayi Ditinggalkan Dalam Toilet KA Sancaka Rute Yogya-Surabaya
Petugas saat memeriksa bayi yang ditemukan di toilet KA Sancaka 84 B relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng di Pos Kesehatan Stasiun Solo Balapan. Foto: Dok. Istimewa
Petugas saat memeriksa bayi yang ditemukan di toilet KA Sancaka 84 B relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng di Pos Kesehatan Stasiun Solo Balapan. Foto: Dok. Istimewa

Seorang bayi yang diduga masih berumur beberapa hari ditemukan di dalam toilet KA Sancaka 84 B relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng pada Sabtu (4/7) pukul 07.20 WIB.

Penemuan bayi merah tersebut sudah dilaporkan pihak PT KAI ke polisi.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, bayi itu ditemukan petugas di toilet gerbong eksekutif 3 saat kereta api itu dalam perjalanan.

"Petugas kemudian melaporkan hal tersebut kepada Pusat Pengendalian Pelayanan yang langsung berkoordinasi dengan stasiun terdekat yakni Stasiun Solo Balapan," ujar Feni dalam keterangannya, Sabtu (4/7).

Ilustrasi bayi. Foto: banjongseal324SS/Shutterstock
Ilustrasi bayi. Foto: banjongseal324SS/Shutterstock

Setelah bayi tersebut diserahkan ke Pos Kesehatan Stasiun Solo Balapan, KA Sancaka 84B melanjutkan perjalanannya kembali pada Pukul 07.33 WIB. Di pos bayi tersebut mendapat penanganan lebih lanjut.

"Petugas KAI bersama dokter dan bidan Klinik Mediska KAI Solo memeriksa bayi dan memastikan bayi dalam kondisi baik. Tim KAI kemudian memenuhi kebutuhan dasar bayi agar kondisinya tetap baik dan terjaga," jelas dia.

Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini bayi malang itu sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk perawatan selanjutnya.

"Tim KAI kemudian melakukan koordinasi dengan Polsek Banjarsari. Saat ini bayi tersebut sudah dalam penanganan Kepolisian dan RS Bhayangkara. KAI Daop 6 Yogyakarta akan mendukung penuh proses yang dibutuhkan dalam dan penanganannya sesuai prosedur yang berlaku," kata Feni.

Buka sumber asli