Sensus Ekonomi 2026 Manfaatkan AI, Akurasi 100 Persen
BPS akan memanfaatkan AI dalam Sensus Ekonomi 2026. Berharap data semakin akurat. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Badan Pusat Statistik (BPS) akan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat meminimalkan kesalahan dalam pengumpulan dan pengolahan data sehingga kualitas hasil sensus semakin baik.
Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan Sensus Ekonomi 2026 telah mengadopsi teknologi terbaru. Menurut dia, petugas sensus akan menggunakan gawai untuk menginput data, namun tetap dibekali kuesioner tertulis untuk mengantisipasi kendala di lapangan.
"Sensus Ekonomi kali ini sudah menggunakan teknologi terbaru. Bahkan kami menggunakan artificial intelligence, sehingga tidak salah ketika memasukkan data. Petugas kami menggunakan gawai. Tetapi ketika ada masalah di lapangan, mereka juga dibekali dengan kuesioner tertulis," kata Sonny saat Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Daerah Istimewa Yogyakarta di Teras Malioboro 1 Yogyakarta, Kamis (18/6).
Ditemui usai acara, Sonny menjelaskan AI antara lain digunakan untuk membantu proses klasifikasi melalui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Menurut dia, ketepatan dalam memasukkan kode KBLI sangat penting karena klasifikasi usaha dilakukan secara rinci.
"Jadi ada namanya KBLI, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Nah, kita enggak boleh salah tuh masukkan itu. Jadi misalkan pedagang, pedagang mainan, mainan apa, kayak gitu. Jadi, detail gitu ya," ujarnya.

Ia mencontohkan, klasifikasi industri dilakukan secara bertingkat mulai dari industri manufaktur hingga subsektor yang lebih spesifik.
"Industri, industri manufaktur dua digit, tapi terus kemudian setelah industri manufaktur, ada industri manufaktur kimia. Kimianya kimia dasar, itu semua enggak boleh salah," katanya.
Sonny menjelaskan, sistem AI akan melakukan pengecekan ketika petugas memasukkan kode KBLI. Jika ditemukan ketidaksesuaian, petugas akan diminta mengulang pengisian data.
Selain itu, teknologi tersebut juga dimanfaatkan untuk mendeteksi data yang dinilai tidak logis.
"Terus juga ada beberapa hal misalkan tidak mungkin anaknya lebih tua dari bapaknya kalau bertanya ke keluarga, gitu kan? Atau tidak mungkin misalnya omzetnya jauh lebih rendah daripada pengeluaran biayanya, pasti dia udah enggak survive kan, enggak bertahan. Jadi, banyak yang kami gunakan untuk mencoba melakukan filter ya, supaya kualitas datanya lebih baik," bebernya.
Ia mengatakan proses verifikasi data dilakukan secara berjenjang hingga tingkat pusat. Untuk memastikan kualitas hasil sensus, BPS juga akan melakukan Post Enumeration Survey setelah proses pencacahan selesai.
"Ya, kami berharap 100 persen (keakuratannya). Iya, akurat. Tetapi memang faktor kelelahan petugas kadang-kadang, dan juga klasifikasi kan banyak ya, sehingga kita harus sangat hati-hati ya. Kemudian kita mencoba melakukan cross-check lagi ke lapangan. Makanya nanti setelah sensus selesai, kami melakukan yang namanya Post Enumeration Survey. Ngecek lagi, betul tidak yang diisi," tegasnya.
Di sisi lain, Sonny berharap masyarakat dapat memberikan data secara jujur kepada petugas sensus. Ia memastikan kerahasiaan data responden akan dijaga dan petugas yang bertugas akan dilengkapi dengan rompi, tanda pengenal, serta surat tugas.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo juga mengimbau masyarakat untuk terbuka kepada petugas sensus karena data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah.

"Data pun dirahasiakan. Jadi jangan khawatir nanti data itu akan bocor. Itu sudah ditanggung full oleh BPS, sehingga jangan khawatir. Dan data yang tepat akan membuat kebijakan tepat," kata Hasto.
Menurut dia, sensus ekonomi hanya dilakukan setiap 10 tahun sekali sehingga masyarakat perlu memastikan data yang diberikan benar dan lengkap.
"Jadi kalau ini sampai batal (salah) kan terus mengulangnya 10 tahun, jadi sayang. Sedangkan data ini data mikro, artinya betul-betul by name, by address itu terekam dengan baik. Kalau sampai terlewatkan, sayang, karena Bapak, Ibu tidak terekam dengan baik dan menjadi datanya tidak valid," pungkasnya.