Selain Karat, Ini Tanda Mobil Bekas Banjir yang Sering Terlewat
Saat beli mobil bekas, pengecekan mobil bekas banjir harus dilakukan secara detail, terutama di bagian tersembunyi. #kumparanOTO

Banyak calon pembeli mobil bekas masih menjadikan bercak karat sebagai indikator utama untuk mengetahui apakah kendaraan pernah terendam banjir. Padahal, tanda tersebut bukan satu-satunya, bahkan sering kali bukan yang paling akurat.
Penggawa Inspector Mobil, Sundoro Edi Pranoto, mengatakan bahwa mobil bekas banjir dapat dikenali dari sejumlah titik tersembunyi yang sering luput dari perhatian saat inspeksi.
Menurutnya, bagian bawah dan celah-celah kecil pada kendaraan justru menyimpan jejak yang lebih jelas dibandingkan permukaan bodi yang mudah dibersihkan.
“Kalau bekas banjir kita melihatnya dari bawah ya, karet pintu dilihat ada lumpurnya enggak. Terus juga di celah-celah banyak kabel, kalau sudah kena lumpur tuh susah dibersihkan,” ujar Sundoro kepada kumparan, Kamis (18/6).

Selain area karet pintu dan kolong kendaraan, sabuk pengaman juga menjadi salah satu titik penting yang perlu diperiksa. Material berbahan serat membuat komponen ini sulit dibersihkan secara sempurna jika sudah terkontaminasi lumpur.
“Di safety belt dan bautnya itu juga harus dilihat. Karena kalau sudah kena lumpur biasanya susah hilang,” jelasnya.
Pada bagian lain, soket dan sambungan kabel juga perlu menjadi perhatian. Menurutnya, area ini hampir selalu menyimpan jejak jika kendaraan pernah terendam air.
“Coba cek soket-soket, itu ada lumpurnya enggak. Kalau sudah pernah banjir biasanya masih ada bekasnya,” katanya.
Sundoro menegaskan, bahkan setelah proses detailing atau pembersihan menyeluruh, bekas banjir tetap bisa meninggalkan jejak pada komponen tertentu.

Selain itu, sistem kelistrikan seperti soket OBD2 dan port USB juga dapat menjadi indikator tambahan. Pada beberapa kasus, perubahan warna atau sisa kelembapan masih bisa ditemukan di area tersebut.
“OBD2 sama USB charging juga bisa jadi indikasi. Walaupun sudah dibersihkan, jejaknya kadang masih ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, komponen kaki-kaki kendaraan juga bisa terdampak meski banjir tidak terlalu tinggi. Bagian berbahan karet berpotensi mengalami penurunan kualitas lebih cepat setelah terendam air.
“Kalau kena air, terutama bagian bawah, karet-karet kaki-kaki itu biasanya lebih cepat lemah,” ujarnya.