Sal Priadi Kenang Momen Kulik Chord Lagu Padi Reborn
Sal, didapuk sebagai salah satu kolaborator dalam konser Dua Delapan Padi Reborn. #kumparanHITS #newsupdate

Musisi Sal Priadi, hadir dalam acara Exclusive Limited Screening Konser Dua Delapan di XXI Plaza Senayan, Selasa (7/7). Sal, yang juga didapuk sebagai salah satu kolaborator dalam konser monumental tersebut, berbagi cerita soal rahasia umur panjang dan relevansi band asal Surabaya tersebut di industri musik.
Bagi Sal, Padi Reborn jadi grup musik yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan identitasnya. Ia menyoroti bagaimana band yang digawangi Fadly dan kawan-kawan ini tetap mampu merangkul pendengar modern melalui inovasi yang segar.
"Kalau melihat Padi gitu ya, sampai hari ini masih relevan sama pendengar sekarang gitu ya, aku rasa yang paling penting yang bisa kita lihat adalah bagaimana mereka masih terus ada hari ini dan melakukan hal baru seperti hari ini kita bisa tonton bikin film konser, bikin konser yang dengan semua kecanggihan teknologi yang ada gitu ya," ujar Sal Priadi.
Sal kagum melihat daya tahan Padi Reborn yang telah melampaui dua dekade. Menurut pelantun lagu "Gala Bunga Matahari" ini, usia 28 tahun dengan kreativitas yang tetap menyala jadi prestasi membanggakan.
"Tidak semua band bisa punya kesempatan untuk melakukan itu gitu ya, sampai 28 tahun masih terus ada dan masih terus melakukan ide, gagasan luar biasa. Kepercayaan dari support system yang hadir juga terus mendukung band untuk bisa terus bergerak," tambah Sal.
Sal juga menyoroti ikatan emosional yang kuat antara Padi Reborn dengan basis penggemar setianya, Sobat Padi.
"Sama bagaimana mereka memperlakukan fans nya, Sobat Padi, begitu luar biasa. Melihat kemarin antusias yang hadir dari berbagai macam daerah datang ke satu konser itu. Menurut aku, sekali lagi tidak semua orang bisa lakukan itu, punya kedekatan dengan community yang ada gitu ya," ujar urai Sal.
Sal Pernah Kulik Chord Gitar Padi Waktu Kecil

Di balik kekagumannya, Sal menyimpan memori hangat terkait karya Padi. Ia mengenang masa kecilnya di mana ia pertama kali "bersentuhan" dengan musik Padi secara teknis melalui sebuah majalah gitar milik tantenya.
"Aku ingat satu kisah soal dulu tanteku sempat mengelola majalah namanya Hot Chord, Mas. Tanteku mengelola itu, terus aku ikut bantuin kulik 'Kasih Tak Sampai' sama 'Bayangkanlah'," kenang Sal.
Saat iti Sal harus mengandalkan telinganya secara manual untuk membedah komposisi lagu-lagu hits milik Padi saat masih duduk di bangku sekolah dasar.
"Jadi aku kayak waktu masih SD, karena manual nguliknya zaman dulu, enggak ada internet kan. Jadi kulik itu aku di sebelahnya sambil mereka cari dengerin lagunya sambil nyari chord-nya gitu secara manual. Itu aku rasa cerita personal salah satunya," tutur Sal.
Di konser Dua Delapan, Sal tampil memukau sebagai kolaborator bersama Fanny Soegi. Ia pun berharap perjalanan Padi Reborn jadi inspirasi musisi generasi baru sepertinya.
"Kami misalnya generasi baru juga berharap bahwa kelak bisa berkarya panjang umurnya, tapi juga support system yang hadir makin membantu gagasan kami itu menjadi nyata gitu kan," tutup Sal.