News Berita

Saat Kaca Gedung BGN Pecah karena Panas

Saat Kaca Gedung BGN Pecah karena Panas #newsupdate #update #news #text

Saat Kaca Gedung BGN Pecah karena Panas
Salah satu kaca Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang pecah di Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Salah satu kaca Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang pecah di Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Kaca di kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Kebon Sirih 1, Jakarta Pusat, tiba-tiba pecah. Polisi sudah mengecek langsung mengenai insiden itu.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menemukan penyebab pecahnya kaca karena suhu yang membuat kaca memuai.

"Pecahan kaca diduga karena di luar suhu yang panas dan di dalam dengan menggunakan AC sehingga memuai yang mengakibatkan kaca pecah," ucap Kombes Reynold Hutagalung kepada wartawan, Kamis (9/7).

Dia menambahkan, menurut pengelola gedung, kejadian pecah kaca tersebut sudah beberapa kali terjadi.

"Disampaikan pihak pengelola gedung atas nama Martin bahwasanya dalam 1 tahun bisa 1 sampai 2 kali kaca gedung pecah saat musim panas/kemarau," kata dia.

Saat dikonfirmasi soal kemungkinan adanya penembakan, Reynold membantahnya.

"Bukan," ucapnya.

Lembaga BGN dibentuk pemerintah pada Agustus 2024. Lembaga yang bertugas melaksanakan program unggulan Presiden Prabowo, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menempati kantor pusatnya di sebuah gedung di Jalan Kebon Sirih 1 pada Agustus 2025.

Terjadi 1-2 Tahun Sekali

Building Management Gedung BGN, Martin dan Kepala Bagian Umum BGN Naryana di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Building Management Gedung BGN, Martin dan Kepala Bagian Umum BGN Naryana di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Kaca Gedung Badan Gizi Nasional (BGN), Jalan Kebon Sirih 1, Jakarta Pusat, yang pecah pada Kamis (9/7) disebut bukan merupakan kejadian pertama.

Pihak pengelola gedung menyebut insiden serupa rutin terjadi setiap satu hingga dua tahun sekali.

Pantauan kumparan di lokasi pada Kamis (9/7) sore, kaca yang pecah berada di panel paling bawah di bagian depan gedung utama, tepat di dekat pintu lobi. Kaca tersebut masih dalam kondisi pecah dan belum diperbaiki.

Selain itu, polisi yang sebelumnya melakukan pengecekan sudah tidak lagi berada di lokasi. Suasana Gedung BGN juga tampak sepi karena aktivitas perkantoran telah berakhir dan sebagian besar pegawai telah meninggalkan gedung.

Building Management BGN, Martin, mengatakan kejadian pecahnya kaca sudah beberapa kali dialami gedung tersebut sejak beberapa tahun lalu.

“1 sampai 2 tahun sekali pasti ada kaca pecah. Itu ada, buktinya ada. Lantai 5, 6, 7, 8 pernah pecah dan ini kita ganti,” kata Martin di lokasi.

Ia menegaskan pecahnya kaca tidak berkaitan dengan aksi teror maupun penembakan.

“Enggak ada, enggak ada teror,” ujarnya.

Martin menyebut seluruh insiden pecah kaca terdokumentasi.

“Iya, itu ada tahun 2018-2019 sudah mulai pecah ada. Itu ada buktinya itu, yang kaca-kaca film itu dikasih, itu ada,” ujar Martin.

Kepala Bagian Umum BGN, Naryana, menjelaskan penyebab pecahnya kaca diduga karena pemuaian akibat perbedaan suhu.

“Pemuaian itu kan, kan ini kan panas, suhu panas,” kata Naryana.

Situasi kantor Badan Gizi Nasional usai kaca jendela pecah, Kamis (9/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Situasi kantor Badan Gizi Nasional usai kaca jendela pecah, Kamis (9/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Terkait titik putih yang terlihat pada kaca, ia menjelaskan hal itu merupakan karakteristik kaca tempered ketika pecah.

“Itu kacanya kayak tempered. Kaca tempered dia jadi kalau pecah itu pasti ada titik,” ucap dia.

Naryana mengatakan pada kejadian kali ini hanya satu panel kaca yang pecah.

“Iya, iya, satu. Dia jadi 1 tahun sampai 2 tahun, itu pasti ada satu kaca yang pecah. Nah itu ada, lantai 6, 7, 8 pernah pecah, udah kita, kita ganti,” katanya.

Menurut Naryana, kaca diketahui pecah sekitar pukul 11.30 WIB.

“Itu jam-jam setengah 12-an itu kejadiannya,” kata dia.

Adapun sebelumnya tampak Tim Inafis berada di kantor BGN hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Naryana juga mengatakan dirinya sempat berbincang dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold Hutagalung.

“Ya, ini kejadian kan karena setiap tahun kan terjadi seperti itu. Jadi kan kapan kita jadi mau pecah pun kita juga enggak tahu,” ujar Naryana.

Ia kemudian menambahkan alasan dirinya berada cukup lama di dalam gedung bersama Kapolres.

“Iya, kan tadi kan saya sempat mengobrol dengan Pak Kapolres tadi di dalam itu. Pak Kapolres itu ke sini kan biasa, kan, dia memantau lingkungan. Jadi saya sempat agak lama karena mengobrol dengan Pak Kapolres tadi,” katanya.

Naryana juga mengatakan tidak ada korban dalam insiden tersebut.

“Enggak ada,” tutur dia.

Bakal Panggil Vendor

Petugas membersihkan pecahan kaca di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Petugas membersihkan pecahan kaca di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Pengelola Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan mengidentifikasi kondisi kaca gedung setelah insiden pecahnya salah satu panel kaca di Kantor BGN, Jalan Kebon Sirih 1, Jakarta Pusat, pada Kamis (9/7).

Selain itu, pengelola juga telah memanggil vendor kaca untuk mengukur dan mengganti panel yang pecah.

Building Management, Martin, mengatakan pihaknya selama ini telah melakukan pemeliharaan secara berkala, termasuk mengganti kaca apabila terjadi kerusakan.

“Saya dari building management gedung. (Mengadakan) preventive maintenance, seperti ini mungkin ya ada kaca pecah ya kita segera ganti, gitu,” kata Martin di lokasi, Kamis (9/7).

Terkait potensi bahaya karena kejadian serupa disebut terjadi setiap satu hingga dua tahun sekali, Martin mengakui pihaknya tidak dapat memprediksi kapan kaca akan pecah.

“Kalau kapan itu kita enggak tahu. Yang jelas, yang sudah terjadi, ya kan, 1 sampai 2 tahun sekali pasti ada yang pecah. Dan itu kita ganti. Jadi bukan karena apa-apa, bukan,” ujarnya.

Tim Inafis Polda Metro Jaya mengamati pecahan kaca di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Tim Inafis Polda Metro Jaya mengamati pecahan kaca di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Martin menjelaskan, sebagai langkah mitigasi, sebagian besar kaca di bagian atas gedung telah dipasangi kaca film agar pecahan kaca tidak langsung jatuh apabila retak atau pecah.

“Tindak pencegahan, ya kan, kita kan enggak tahu kejadian namanya musibah itu siapa yang tahu? Saya pun kerja, pulang kerja belum tahu saya ada musibah apa di jalan, saya enggak tahu. Seperti ini makanya kita adakan selalu, untuk pengamanan, kaca di atas itu kita adakan pakai kaca film,” jelas Martin.

“Jadi kalau pecah itu tidak langsung pecah. Nah kebetulan, di kaca di bawah ini memang belum dikasih kaca film, jadi jatuhnya langsung, itu,” lanjutnya.

Martin pun mengatakan akan memberi kaca film untuk panel kaca di bagian paling bawah.

“Itu nanti kita kasih kaca film,” ucapnya.

Martin juga menjelaskan kejadian kaca pecah sudah pernah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

“Iya, itu ada tahun 2018-2019 sudah mulai pecah ada. Itu ada buktinya itu, yang kaca-kaca film itu dikasih, itu ada,” katanya.

Martin mengaku dirinya baru mengetahui kondisi tersebut karena baru bertugas di gedung itu sejak 2018.

“Kalau yang di bawah ini memang kebetulan belum dikasih kaca film. Itu pun bukannya karena apa ini, memang saya kan di sini baru tahu nih di sini ada kaca film. Karena saya juga di sini tahun 2018 saya baru di sini,” ujarnya.

Martin menambahkan ketebalan kaca yang digunakan di gedung tersebut mencapai 12 milimeter.

“Ah itu 12 mm. 12 mm, ketebalan 12 mm,” katanya.

Untuk penanganan selanjutnya, Martin memastikan pengelola telah memanggil vendor kaca agar panel yang pecah segera diganti.

“Selanjutnya kita sudah panggil vendor kaca. Nanti kita ukur dan segera kita ganti, itu aja sih,” ujar Martin.

Petugas membersihkan pecahan kaca di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Petugas membersihkan pecahan kaca di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Sementara itu, Kepala Bagian Umum BGN, Naryana, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemilik gedung apabila ditemukan kerusakan yang perlu diperbaiki.

“Kita kan koordinasi dengan pemilik gedung ya. Nanti kalau memang ini ada yang rusak, ya kan kita komplain dengan pemilik gedung untuk diperbaiki,” ujar Naryana.

Naryana mengatakan pihaknya akan melakukan identifikasi ulang terhadap kondisi gedung dan mengevaluasi langkah pengamanan.

“Ya nanti coba-coba kita identifikasi kembali. Toh kok tadi misalnya yang kita kasih pengaman kaca film, itu kan bagian dari untuk pengamanan. Kalau memang ini yang membahayakan, ya itu kan nanti kan ada semacam yang lain bisa dilakukan pemeliharaan yang berkaitan,” kata dia.

Naryana juga mengatakan insiden kaca pecah tidak hanya terjadi pada panel kaca yang pecah hari ini.

“Itu yang pojok itu juga pecah. Pecah juga. Pojok itu kaca pecah pun diganti. Jadi enggak hanya ini kok, itu di sana kan pecah. Kanopi pecah juga. Itu sudah lama,” ujarnya.

“Itu sudah dicopot, sudah dicopot. Tadinya retak. Jadi kejadian enggak hanya ini kok, itu di sana juga pecah. Kalau lihat dari pojokan, pecah juga itu, sama,” sambung dia.

Kata Waka BGN

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari usai melakukan audiensi di Gedung Merah Putih KPK, (7/7/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari usai melakukan audiensi di Gedung Merah Putih KPK, (7/7/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Juru Bicara sekaligus Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan Gedung BGN di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Hal itu dilakukan usai insiden satu panel kaca gedung pecah pada Kamis (9/7).

Evaluasi dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan bangunan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

“Begitu insiden terjadi, kami langsung melakukan prosedur awal penanganan guna memastikan keselamatan pegawai yang berada di lokasi, mulai dari dokumentasi visual, sterilisasi area sampai pembersihan material tanggap darurat,” kata Arum dalam keterangan tertulis.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.25 WIB di area luar lantai dua Gedung Kantor BGN. Saat itu, satu panel kaca bagian luar gedung terlepas dari dudukannya setelah terdengar bunyi pada ring penyangga (bracket support), kemudian jatuh ke area aspal di bawah gedung dan pecah menjadi serpihan.

Arum mengatakan BGN tidak hanya menangani lokasi kejadian, tetapi juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap bagian bangunan lain yang memiliki karakteristik serupa.

“Kami juga melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap elemen bangunan yang memiliki karakteristik serupa sebagai langkah mitigasi. BGN juga mengutamakan aspek keselamatan melalui pemeriksaan secara berkala dan tindak lanjut yang diperlukan agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali,” ujarnya.

Menurut Arum, hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan serta memperkuat sistem keselamatan bangunan.

Saat ini, BGN masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap panel kaca yang pecah maupun struktur penyangganya.

Ia menyebut, dalam beberapa tahun terakhir kejadian serupa telah beberapa kali terjadi. Dugaan sementara, insiden dipicu oleh pemuaian akibat perbedaan suhu antara cuaca panas di luar gedung dan suhu dingin di dalam ruangan.

BGN menyatakan berkomitmen mengutamakan keselamatan seluruh pegawai melalui pemeriksaan bangunan secara berkala, penanganan yang cepat, serta langkah-langkah pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Buka sumber asli