News Berita

Saat Final Ulang Cerdas Cermat Temui Penolakan, MPR Segera Rapim

Saat Final Ulang Cerdas Cermat Temui Penolakan, MPR Segera Rapim #newsupdate #update #news #text

Saat Final Ulang Cerdas Cermat Temui Penolakan, MPR Segera Rapim
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar yang diadakan MPR, di Kalbar pada Sabtu (9/5/2026).   Foto: Youtube/MPR RI
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar yang diadakan MPR, di Kalbar pada Sabtu (9/5/2026). Foto: Youtube/MPR RI

Ketua MPR RI Ahmad Muzani memastikan pelaksanaan final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi di Kalimantan Barat akan digelar ulang. Keputusan tersebut diambil menyusul polemik penilaian dalam pelaksanaan lomba yang menuai sorotan publik.

Polemik ini terjadi karena adanya juri yang malah menyalahkan jawaban benar dari SMAN 1 Pontianak pada lomba tersebut. Pada babak final, SMAN 1 Pontianak bertemu dengan SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Sanggau.

Regu SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus 5 karena jawabannya dinilai salah. Namun, regu SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang sama dan justru memperoleh nilai 10 karena dianggap benar. Juri saat itu menilai artikulasi jawaban regu SMAN 1 Pontianak kurang jelas.

Muzani mengatakan pimpinan MPR telah mendengarkan penjelasan dari Sekretaris Jenderal MPR terkait pelaksanaan lomba tersebut. Lomba diputuskan akan digelar ulang.

“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya,” tutur Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5).

Selain pelaksanaan ulang, MPR juga memastikan proses penjurian akan dilakukan oleh pihak independen untuk menjaga objektivitas hasil lomba.

“Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,” kata Muzani.

Namun ternyata, diulangnya lomba tersebut menuai penolakan dari peserta. Berikut kumparan rangkum.

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang

Penampakan SMA Negeri 1 Pontianak. Foto: Dok. HiPonti
Penampakan SMA Negeri 1 Pontianak. Foto: Dok. HiPonti

SMA Negeri 1 Pontianak menolak untuk ikut ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang diusulkan oleh MPR.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pontianak, Indang Maryati, melalui unggahan di akun Instagram @smansaptk.informasi pada Kamis, 14 Mei 2026.

"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," tulis keterangan di unggahan tersebut.

Pihak SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan menyatakan dukungan penuh kepada tim SMAN 1 Sambas untuk mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional nantinya.

Langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh klarifikasi demi terwujudnya pelaksanaan lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel, tanpa adanya maksud untuk menyerang pihak mana pun.

"Kami menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan berbagai pihak, serta menegaskan penghormatan terhadap hasil yang telah ditetapkan. Dukungan penuh juga kami berikan kepada perwakilan Kalimantan Barat di tingkat nasional," ungkapnya.

Sejak awal, SMAN 1 Pontianak menegaskan tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan menuntut kejelasan terkait hasil poin-poin yang dipersoalkan kepada pihak penyelenggara.

"SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan," katanya.

Langkah yang dilakukan tidak juga bermaksud untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.

"Ke depan, kami berharap seluruh pihak dapat terus menjaga semangat kebersamaan, menjunjung tinggi nilai persatuan, serta bersama-sama menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan berintegritas. SMAN 1 Pontianak berkomitmen untuk pendidikan yang jujur dan bermartabat," ujarnya.

MPR Segera Bahas

Sekretaris Jenderal MPR, Siti Fauziah, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Sekretaris Jenderal MPR, Siti Fauziah, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sekjen MPR, Siti Fauziah mengatakan, sikap SMAN 1 Pontianak yang tak mau ikut final ulang itu akan segera dibahas dalam sebuah rapat pimpinan (rapim) yang akan diadakan pada Senin (18/5) mendatang.

"Akan dibahas di rapim Senin besok," ujar Siti kepada kumparan.

MPR Hargai Keputusan SMAN 1 Pontianak

Peserta LCC MPRI RI usai menemui Wapres Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Foto: Dok. Istimewa
Peserta LCC MPRI RI usai menemui Wapres Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ketua Badan Sosialisasi MPR, Abraham Liyanto, menyebut pihaknya menghargai keputusan SMAN 1 Pontianak yang menolak untuk ikut final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

"Tadi pagi jam 8, pimpinan MPR yang diwakili oleh Pak Hidayat Nur Wahid, Pak Eddy Soeparno, saya, dan Ibu Sekjen serta jajaran telah bertemu dan menerima kunjungan Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Ibu Indang dan Pak Eko di ruang Nusantara V Kantor MPR RI," ucap Abraham kepada kumparan, Kamis (14/5).

"Mereka telah menyampaikan hal tersebut kepada kami dan kami sangat menghargai dan memahami," tambahnya.

Menurutnya, pembahasan mereka ini akan dibahas dalam rapat pimpinan MPR yang akan digelar pada Senin (18/5) mendatang. Dari situ, akan diputuskan apakah final ulang akan tetap digelar atau tidak.

"Kebetulan agenda Pimpinan MPR ada rapat gabungan pada hari Senin tanggal 18 Mei, jadi kami akan sampaikan itu dalam rapat dan diskusi nanti," tutur Abraham.

Buka sumber asli