Rosan Sebut Kawasan Eks Hotel Sultan Bakal Dikelola InJourney
Rosan mengatakan, InJourney akan mengelola kawasan eks Hotel Sultan setelah persoalan sengketa tersebut selesai. #bisnisupdate #update #bisnis #text

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan kelanjutan dari kawasan eks Hotel Sultan. Nantinya Rosan membuka kemungkinan bahwa bangunan lama Hotel Sultan akan dirobohkan dan kawasan itu akan dikelola oleh InJourney.
Adapun Rosan menyebut bahwa pengelolaan kawasan eks Hotel Sultan tersebut baru akan dilakukan oleh InJourney ketika persoalan sengketa sudah diselesaikan oleh Kementerian Sekretariat Negara.
“Ya, kan kalau kita kan punya Injourney, kita punya yang namanya Meru, ya kan? Ya nanti kalau ini semua sudah selesai semua di Mensesneg, ya tentunya pengelolaannya kita akan pakai bisa Injourney, Meru, dan kan Meru juga sangat-sangat baik ya. Mungkin itu rencananya,” kata Rosan di Istana Negara, Jakarta pada Senin (22/6).
Sementara mengenai opsi merobohkan bangunan lama Hotel Sultan, Rosan menyebut memang nantinya akan ada kawasan baru yang terbentuk di kawasan eks Hotel Sultan itu.
“Pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya. Eventually iya (dirobohkan),” ujarnya.
Terkait apakah di kawasan eks Hotel Sultan itu hanya akan dijadikan hotel baru atau berubah menjadi bangunan lain, Rosan menyebut hotel akan tetap ada. Namun, arahan Presiden Prabowo kepadanya adalah menjadikan kawasan itu sebagai ikon baru Indonesia.
“Nanti di antaranya pastinya ada hotel juga ya. Dan tidak satu mungkin. Jadi tapi pesan Bapak Presiden ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia, sehingga perencanaannya tuh harus dilakukan secara komprehensif dan memberikan dampak yang nyata kepada perekonomian dan juga yang paling penting kepada rakyat Indonesia gitu,” kata Rosan.
Karena kawasannya yang masih ada dalam kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Rosan juga membuka kemungkinan akan didorongnya sport tourism di kawasan itu. Ia berharap nantinya kawasan eks Hotel Sultan bisa menjadi sentral ekonomi baru.
“Ya ini mungkin saya masih terlalu early ya untuk menyampaikan ini tapi tentu semuanya ada karena memang itu adalah sport jadi memang akan GBK ya tetep ada GBK-nya, tetapi semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta,” ujarnya.