News Berita

Rano Soroti Sanitasi Jakarta, Kisahkan Kampung Masa Kecilnya Dijuluki ‘Gang Tai'

Rano Soroti Sanitasi Jakarta, Kisahkan Kampung Masa Kecilnya Dijuluki ‘Gang Tai' #newsupdate #update #news #text

Rano Soroti Sanitasi Jakarta, Kisahkan Kampung Masa Kecilnya Dijuluki ‘Gang Tai'
Wakil Gubenur DKI Jakarta Rano Karno di acara open defecation free di RW 12 Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, Senin (29/6). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Wakil Gubenur DKI Jakarta Rano Karno di acara open defecation free di RW 12 Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, Senin (29/6). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Pemprov DKI Jakarta mendeklarasikan RW 12 Kelurahan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, sebagai wilayah Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan, Senin (29/6). Deklarasi ini menandai seluruh kelurahan di Jakarta Barat kini telah berstatus ODF.

Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, serta sejumlah pihak kolaborator seperti PAL Jaya, BAZNAS, Universitas Trisakti, hingga pihak swasta yang ikut mendukung pembangunan fasilitas sanitasi.

Dalam kegiatan itu, Pemprov DKI juga menjelaskan sekarang ada 7 fasilitas MCK komunal di RW 12 Tomang, terdiri dari 5 unit baru dan 2 unit revitalisasi. Fasilitas tersebut kini dimanfaatkan 503 kepala keluarga atau sekitar 1.278 jiwa.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan pembangunan MCK komunal ini menjadi bagian dari upaya mempercepat sanitasi layak di wilayah Jakarta Barat.

“Hari ini target kita 4 MCK komunal yang kita bangun, kami mengajak para kolaborator, alhamdulillah Bapak, 5 kami bisa bangun dan 2 revitalisasi. Total seluruhnya 7 MCK komunal yang telah kami fasilitasi bersama,” kata Iin.

Warga beraktivitas di tengah pemukiman padat penduduk di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Warga beraktivitas di tengah pemukiman padat penduduk di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sanitasi Masih Jadi Pekerjaan Rumah Besar

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyoroti persoalan sanitasi di Jakarta yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Rano mengaku prihatin karena persoalan sanitasi buruk yang ia alami saat kecil ternyata masih ditemukan di Jakarta hingga sekarang.

“Saya lahir di Kebon Dalem Gang 7, daerah Kemayoran pada tahun ’60. Waktu itu kampung saya terkenal, Gang 7 itu terkenal dengan ‘Gang Tai’, maaf. Karena memang waktu itu kami kalau buang air di got. Itu tahun ’60. Sekarang ternyata pada tahun 2026, di Jakarta masih ada yang seperti itu,” kata Rano.

Menurut dia, kebutuhan pembangunan MCK di Jakarta masih sangat tinggi. Ia mengaku mendapat laporan bahwa terdapat lebih dari 1.200 pengajuan pembangunan fasilitas sanitasi.

“Saya sangat sadar tadi Dirut PAL Jaya sudah berbisik kepada saya, ‘Pak, di kantor kami ini yang mengajukan proposal untuk melakukan MCK ini lebih dari 1.200.’ Saya melihat bukan lebihnya, tapi keinginan berubahnya yang luar biasa,” ujarnya.

Rano menegaskan, perbaikan sanitasi harus terus dilakukan demi meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta. Menurut dia, sanitasi yang baik menjadi salah satu syarat penting menuju kota global yang sehat.

Buka sumber asli