News Berita

Pramono Siapkan Parade 500 Ondel-Ondel untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan Parade 500 Ondel-Ondel untuk Rayakan 5 Abad Jakarta #newsupdate #update #news #text

Pramono Siapkan Parade 500 Ondel-Ondel untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
Parade ondel-ondel tampil dalam rangkaian Jakarta Penuh Warna saat Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu, (8/2/2026). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO
Parade ondel-ondel tampil dalam rangkaian Jakarta Penuh Warna saat Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu, (8/2/2026). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan parade 500 ondel-ondel untuk memeriahkan perayaan 500 tahun atau 5 abad Kota Jakarta pada 2027 mendatang.

Informasi ini disampaikan Pramono ketika menghadiri Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/6).

Pramono mengatakan hal ini adalah bagian dari upaya mengangkat budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta, serta memperkenalkannya ke tingkat internasional.

"Saya ingin Betawi ini menjadi bisa bertarung secara internasional," kata Pramono dalam sambutannya.

Pramono menjelaskan ondel-ondel merupakan salah satu simbol budaya Betawi yang memiliki nilai filosofis tinggi.

Pemprov DKI berupaya mengangkat kembali marwah kesenian tersebut melalui berbagai program kebudayaan.

"Maka untuk itu, dalam rangka 500 tahun nanti, saya akan menampilkan 500 ondel-ondel yang dibuat oleh desainer-desainer top yang akan memberikan wajah baru ondel-ondel Jakarta," ujarnya.

Jadi Ikon 5 Abad Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Selatan Monas, Jakarta, Jumat (19/6). Foto: Nauval Pratama/kumparan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Selatan Monas, Jakarta, Jumat (19/6). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Pramono mengatakan ratusan ondel-ondel akan menjadi salah satu ikon dalam perayaan 5 abad Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menegaskan alasannya melarang ondel-ondel digunakan sebagai sarana mengamen di jalanan.

Menurut Pramono, ondel-ondel bukan sekadar alat hiburan, melainkan warisan budaya yang memiliki makna dan filosofi mendalam bagi masyarakat Betawi.

"Makanya saya untuk itu mohon maaf, kalau saya dalam prinsip, karena saya ingin Betawi ini menjadi bisa bertarung secara internasional. Maka kenapa secara pribadi sebagai Gubernur, contohnya, saya melarang ondel-ondel untuk menjadi cara untuk mengamen," katanya.

"Padahal yang namanya ondel-ondel ini nilai filosofinya luar biasa," sambungnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, penguatan identitas Betawi juga dilakukan melalui berbagai kebijakan lain di lingkungan Pemprov DKI.

Salah satunya dengan mewajibkan penggunaan pakaian adat Betawi dalam pelantikan pejabat.

"Bahkan setiap pelantikan pejabat, tidak boleh lagi memakai pakaian jas, harus memakai ujung serong, kebaya encim, dan sebagainya. Sehingga dengan demikian, bukan hanya disimbolkan tetapi dilakukan dalam kenyataan itu," tutur Pramono.

Pramono menegaskan, pengembangan budaya Betawi menjadi salah satu amanat yang harus dijalankan Pemprov DKI setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta yang menetapkan Betawi sebagai budaya utama Jakarta.

Oleh karena itu, ia berharap budaya Betawi tidak hanya dikenal masyarakat lokal, tetapi juga mampu menjadi identitas Jakarta di tingkat global.

Buka sumber asli