News Berita

Pramono Sebut Seluruh Puskesmas di Jakarta Sudah Terakreditasi

Pramono Sebut Seluruh Puskesmas di Jakarta Sudah Terakreditasi #newsupdate #update #news #text

Pramono Sebut Seluruh Puskesmas di Jakarta Sudah Terakreditasi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau program Dinas PPAPP di RPTRA Planet Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau program Dinas PPAPP di RPTRA Planet Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut seluruh Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Jakarta telah terakreditasi. Hal itu disampaikan dalam jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Sistem Kesehatan Daerah dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5).

Pramono mengatakan penguatan peran Puskesmas menjadi bagian penting dalam sistem kesehatan daerah, terutama sebagai layanan kesehatan primer dan pusat layanan promotif serta preventif.

“Penguatan peran Puskesmas sebagai layanan kesehatan primer serta pusat layanan promotif dan preventif merupakan bagian penting dalam sistem kesehatan daerah ini,” kata Pramono.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan terus meningkatkan penyediaan dan pemerataan Puskesmas beserta infrastruktur, fasilitas, dan mutu pelayanannya.

“Penyediaan dan pemerataan Puskesmas, infrastruktur dan fasilitasnya, serta peningkatan mutu dan standar pelayanan Puskesmas akan terus ditingkatkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan, aksesibilitas wilayah, dan efektivitas sistem layanan kesehatan,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarat Pramono Anung berkunjung ke Puskesmas Pembantu Serdang, Selasa (10/2/2026). Foto: Dok. Jakarta.go.id
Gubernur DKI Jakarat Pramono Anung berkunjung ke Puskesmas Pembantu Serdang, Selasa (10/2/2026). Foto: Dok. Jakarta.go.id

Pramono pun menegaskan, seluruh Puskesmas di Jakarta, termasuk Puskesmas Pembantu, kini telah terakreditasi.

“Saat ini, seluruh Puskesmas di DKI Jakarta termasuk Puskesmas Pembantu telah terakreditasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Pemprov DKI juga menyatakan mendukung penguatan layanan kesehatan mental dan edukasi kesehatan jiwa dalam Raperda Sistem Kesehatan Daerah.

Dukungan itu disampaikan sebagai tanggapan atas masukan sejumlah fraksi DPRD terkait urgensi pengaturan kesehatan jiwa dan layanan psikologis.

“Menanggapi usulan Fraksi PKS, Fraksi PSI, Fraksi PKB, dan Fraksi Partai Demokrat Perindo terkait urgensi pengaturan kesehatan jiwa, layanan psikologis, dan edukasi kesehatan mental secara komprehensif,” kata Pramono.

Pemprov DKI juga menyatakan akan memperkuat edukasi promotif dan preventif terkait konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL), makanan ultra-proses, rokok, sanitasi lingkungan, dan pola hidup sehat melalui kerja sama lintas sektor.

“Eksekutif sependapat bahwa untuk memperkuat edukasi upaya promotif dan preventif mengenai budaya GGL (Gula, Garam, Lemak), makanan ultra-proses, rokok, sanitasi lingkungan, dan pola hidup sehat secara masif melalui kerja sama lintas sektor dan pelibatan berbagai unsur masyarakat,” ujar Pramono.

Adapun Raperda Sistem Kesehatan Daerah saat ini tengah dibahas bersama DPRD DKI Jakarta. Regulasi itu disiapkan sebagai pembaruan atas Perda Nomor 4 Tahun 2009 tentang Sistem Kesehatan Daerah agar lenih adaptif terhadap tantangan layanan kesehatan, termasuk isu stunting, kesehatan jiwa masyarakat, hingga transformasi digital kesehatan.

Buka sumber asli