News Berita

Pramono Mulai Pembangunan 'Jembatan Donat' Dukuh Atas, Target Rampung Juni 2027

Pramono Mulai Pembangunan 'Jembatan Donat' Dukuh Atas, Target Rampung Juni 2027 #newsupdate #update #news #text

Pramono Mulai Pembangunan 'Jembatan Donat' Dukuh Atas, Target Rampung Juni 2027
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan penamaan baru untuk Halte Transjakarta Setiabudi menjadi Halte Setiabudi Integritas, Minggu (21/6/2026). Foto: Transjakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan penamaan baru untuk Halte Transjakarta Setiabudi menjadi Halte Setiabudi Integritas, Minggu (21/6/2026). Foto: Transjakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi mencanangkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas yang menghubungkan berbagai moda transportasi publik di kawasan tersebut. Infrastruktur yang dijuluki jembatan "Cincin Donat" itu ditargetkan rampung bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada Juni 2027 nanti.

"Selesainya kapan? Paling lama tahun depan bulan Juni, 22 Juni tahun depan, 500 (tahun) Jakarta sudah harus selesai," kata Pramono usai pencanangan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, Minggu (21/6).

Pramono mengatakan, pedestrian deck tersebut akan menjadi simpul integrasi enam moda transportasi yang beroperasi di kawasan Dukuh Atas, mulai dari MRT, LRT, Transjakarta, kereta bandara, hingga KCI.

"Saudara-saudara sekalian, tadi telah disampaikan oleh Dirut MRT bahwa ini empat moda akan terkoneksikan, padahal kenyataannya bukan hanya empat, menjadi enam moda terkoneksikan," ujarnya.

Menurut Pramono, keberadaan pedestrian deck akan menciptakan konektivitas antarmoda yang lebih nyaman bagi masyarakat. Pengguna transportasi publik nantinya dapat berpindah moda tanpa harus berjalan di area terbuka.

"Pedestrian ini dengan enam moda yang terhubung akan menjadi seamless mobility, artinya orang tidak ada lagi yang kepanasan, kehujanan, dan sebagainya dan sebagainya," katanya.

Selain menghubungkan berbagai moda transportasi, Pramono juga mengusulkan agar kawasan tersebut dilengkapi fasilitas city check-in dan layanan imigrasi. Menurut dia, fasilitas tersebut dapat mempermudah penumpang kereta bandara karena sejumlah proses keberangkatan dapat dilakukan dari pusat kota sebelum menuju bandara.

"Dan sekaligus saya akan meminta kepada OPD DKI Jakarta di tempat ini juga menjadi tempat untuk imigrasi dan check-in," tuturnya.

"Sehingga dengan demikian, saya yakin pasti nanti kereta bandara akan hidup, lebih mudah, terintegrasi secara keseluruhan, dan city check-in-nya," imbuhnya.

Desain Jembatan Cincin Donat TOD Dukuh Atas. Foto: Dok. Istimewa
Desain Jembatan Cincin Donat TOD Dukuh Atas. Foto: Dok. Istimewa

Pramono menambahkan, adanya fasilitas ini dapat mengurangi kemacetan di Jalan Sudirman. Menurutnya, warga akan lebih mudah transit dan tidak mengganggu lalu lintas.

"Dapat dipastikan pasti akan mengurangi kemacetan. Karena kenapa? Seperti kita ketahui bersama, hampir setiap sore ataupun kalau lagi gerimis, lagi hujan, setiap pagi, orang banyak sekali turun di tepi jalan. Kemudian inilah yang mengganggu lalu lintas di tempat ini. Kalau ini sudah ada, orang tidak lagi turun ke bawah. Pasti orang akan menggunakan jalan yang ada di atas karena itulah yang mau ke MRT, kereta bandara, LRT yang ke sini, pasti akan lebih gampang karena semuanya ada di atas," ungkapnya.

Pramono menyebutkan, pembangunan ini melibatkan Pemerintah Jepang melalui Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) dan Urban Renaissance. Ia juga menyebutkan, dana pembangunannya bersumber dari MRT Jakarta.

"Tadi kan udah dijawab. Ini (sumber dana) adalah dari MRT Jakarta. Bahwa naming rights-nya nanti atas nama siapa, tolong didoakan terutama building-building yang punya gedung gede gede di sini. Yang paling penting doanya. Dan yang kemudian kenapa (ada) keterlibatan pemerintah Jepang memang betul salah satu inspirasinya adalah, apa yang dibuat di Jepang dan kondisinya sama dengan di tempat ini," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengungkapkan bahwa pedestrian deck tersebut belum memiliki nama resmi. Pemprov DKI berencana menggelar sayembara terbuka untuk menentukan nama yang akan digunakan.

"Sampai hari ini, pedestrian deck ini terus terang belum punya nama, dan nanti kami akan sayembarakan secara terbuka untuk diberikan nama. Sekarang ini ada yang menamakan, apa? Cincin Donat. Karena memang ini nanti bentuknya seperti donat," kata dia.

Buka sumber asli