Populer: IHSG Melesat 2,07 Persen; Harga Minyak Dunia Anjlok
IHSG ditutup naik 121 poin (2,07 persen) ke level 6.007,656, menjadi salah satu berita populer jelang akhir pekan ini. #bisnisupdate #update #bisnis #text

IHSG menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (12/6). Selain itu, Harga Minyak Dunia. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
IHSG Dibuka Melesat 1,31 Persen Nyaris ke 6.000
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (12/6). IHSG ditutup naik 121 poin (2,07 persen) ke level 6.007,656.
Tercatat sebanyak 615 saham menguat, 108 saham melemah, dan 93 saham stagnan. Nilai transaksi perdagangan tercatat sebesar Rp 19,970 triliun dengan volume 35,143 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2.336.801 kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 10.582,561 triliun.
Saham-saham penggerak (top gainers) hari ini di antaranya ASPR (Asia Pramulia Tbk) naik 30,91 persen, PPRE (PP Presisi Tbk) naik 20,00 persen, INDY (Indika Energy Tbk) naik 18,32 persen, DSSA (Dian Swastatika Sentosa Tbk) naik 14,38 persen, dan BULL (Buana Lintas Lautan Tbk) naik 12,88 persen.
Harga Minyak Dunia Kembali Anjlok, Sentuh Level Terendah dalam 2 Bulan

Harga minyak global mengalami penurunan signifikan, mencapai level terendah dalam dua bulan terakhir setelah beredar kabar mengenai potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 1,9 persen menjadi USD 86,08 per barel, sementara minyak mentah Brent melemah 1,5 persen ke level USD 89,08 per barel.
Di sisi lain, pasar komoditas menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Harga batu bara mengalami kenaikan tipis 0,53 persen menjadi USD 157,75 per ton. Demikian pula, harga minyak kelapa sawit (CPO) menguat 0,29 persen, ditutup pada MYR 4.551 per ton.
Logam industri juga mencatatkan performa positif. Harga nikel di London Metal Exchange (LME) naik 0,08 persen menjadi USD 17.693 per ton. Kenaikan yang lebih mencolok terlihat pada harga timah, yang melonjak 1,71 persen dan menetap di USD 52.848 per ton di LME.