News Berita

Polres Jakpus Akan Minta Keterangan Ayah Jesslyn soal Dugaan Penculikan

Polres Jakpus Akan Minta Keterangan Ayah Jesslyn soal Dugaan Penculikan #newsupdate #news #update #text

Polres Jakpus Akan Minta Keterangan Ayah Jesslyn soal Dugaan Penculikan
Atlet Golf Jesslyn Wijaya. Foto: Instagram/ @jesswijgolf
Atlet Golf Jesslyn Wijaya. Foto: Instagram/ @jesswijgolf

Polres Metro Jakarta Pusat akan mengundang ayah atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan dugaan penculikan yang dilaporkan terjadi di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, selain ayah korban, dua kerabat Jesslyn yang diketahui ikut bepergian ke Malaysia juga diminta memberikan keterangan kepada penyidik.

“Sampai saat ini, kami masih mengundang kedua orang tersebut, termasuk ayahnya, untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini kepada petugas Polres Metro Jakarta Pusat,” kata Roby dalam keterangannya, Selasa (21/7).

Roby mengatakan, penyelidikan tetap berjalan meski laporan dugaan penculikan telah dicabut oleh pelapor berinisial NA pada Minggu 19 Juli. Polisi ingin memastikan kondisi korban, sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam perkara tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Roby Heru Saputra saat konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Roby Heru Saputra saat konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

“Namun kami, dari Polres Metro Jakarta Pusat, dari Satreskrim dan juga dari Unit Sat Perlindungan Perempuan dan Anak, masih belum menghentikan penyelidikan sampai dengan dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban, dan juga memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan perbuatan pidana,” ujarnya.

Tak Ada Permintaan Uang Tebusan

Atlet Golf Jesslyn Wijaya. Foto: Instagram/ @jesswijgolf
Atlet Golf Jesslyn Wijaya. Foto: Instagram/ @jesswijgolf

Pihak kepolisian sampai saat ini masih mendalami terkait motif dugaan penculikan tersebut. Polisi menyebut tidak ada permintaan uang tebusan kepada pihak keluarga.

"Untuk motif sendiri, kita masih belum bisa pastikan. Masih ada beberapa motif yang kami pertimbangkan. Namun, sampai saat ini belum ada informasi terkait permintaan uang tebusan dan sebagaimananya," kata Roby.

Kasus ini bermula dari laporan dugaan penculikan Jesslyn saat menghadiri ulang tahun neneknya di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 13 Juli. Laporan dibuat oleh teman korban berinisial NA pada 16 Juli, namun dicabut tiga hari kemudian.

Meski begitu, polisi memutuskan tetap melanjutkan penyelidikan untuk memastikan keselamatan Jesslyn dan mengungkap apakah benar terjadi tindak pidana.

Pihak kepolisian mengungkap Jesslyn terdeteksi melakukan perjalanan ke Malaysia lewat Semarang, sehari setelah peristiwa dugaan penculikan terjadi.

Buka sumber asli