News Berita

Polisi Tewas saat Gerebek Narkoba di Katingan Kalteng, Bareskrim Berduka

Polisi Tewas saat Gerebek Narkoba di Katingan Kalteng, Bareskrim Berduka #newsupdate #update #news #text

Polisi Tewas saat Gerebek Narkoba di Katingan Kalteng, Bareskrim Berduka
Dirnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso memberikan keterangan pers di bareskrim polri, Jumat (19/6). Foto: dok. dirtipidbareskrim
Dirnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso memberikan keterangan pers di bareskrim polri, Jumat (19/6). Foto: dok. dirtipidbareskrim

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menyampaikan bela sungkawa atas tewasnya anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra.

Aipda Yudhie meninggal dunia saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Rabu (1/7) malam hingga Kamis (2/7) dini hari.

Selain itu, dua anggota lainnya juga dilaporkan hilang, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, belum diketahui keberadaannya.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Eko dalam keterangannya, Kamis (2/7).

Eko mengatakan, peristiwa ini bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Dari hasil penyelidikan, kasus ini mengarah kepada seorang Target Operasi (TO) berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.

Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Para personel dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.

Saat proses penangkapan berlangsung, target akhirnya ditangkap. Namun situasi berubah saat beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang.

Massa kemudian bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Situasi tersebut semakin tak terkendali. Personel berusaha menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penambahan personel.

Sejumlah anggota juga harus berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.

Dalam insiden itu, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Eko menyampaikan, setiap operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.

"Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika," ucapnya.

Bareskrim Dukung Penanganan Kasus

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri akan memberikan dukungan penuh kepada jajaran Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam penanganan kasus itu.

"Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri," ujarnya.

Saat ini, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua personel yang belum ditemukan, mengamankan lokasi kejadian, serta mendalami keterlibatan para pelaku yang diduga melakukan penyerangan terhadap petugas dalam operasi itu.

Buka sumber asli