News Berita

Polisi Telusuri Dugaan Pelat Palsu Sopir Alphard yang Cekcok dengan Sekuriti

Polisi Telusuri Dugaan Pelat Palsu Sopir Alphard yang Cekcok dengan Sekuriti #newsupdate #update #news #text

Polisi Telusuri Dugaan Pelat Palsu Sopir Alphard yang Cekcok dengan Sekuriti
Pelican Crossing di Bundaran HI. Foto: AgungKurnia Yunawan/Shutterstock
Pelican Crossing di Bundaran HI. Foto: AgungKurnia Yunawan/Shutterstock

Polisi menelusuri dugaan penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai pada mobil Toyota Alphard yang terlibat keributan dengan petugas Sekuriti MRT berinisial FH di kawasan Bundaran HI.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, pemeriksaan terkait dugaan pelat nomor tersebut ditangani Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.

“Dan terkait dengan dugaan menggunakan pelat nomor atau nopol yang tidak sesuai, itu juga akan ditindaklanjuti oleh Subdit Gakkum Lantas Polda Metro Jaya,” kata Braiel, Jumat (24/7).

Ia menjelaskan, personel Subdit Gakkum telah berkoordinasi dengan Polsek Metro Menteng untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran lalu lintas maupun dugaan penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai.

Saat ditanya mengenai keaslian pelat nomor kendaraan itu, Braiel menegaskan proses klarifikasi masih berlangsung.

Pelican Crossing di Bundaran HI. Foto: GeorginaCaptures/Shutterstock
Pelican Crossing di Bundaran HI. Foto: GeorginaCaptures/Shutterstock

“Itu nanti ditindaklanjuti oleh Subdit Gakkum Lantas. Diklarifikasi. Karena ada, kan sudah ada proses mediasi, kemudian ada salah satu pihak yang merasa kurang pas atau kurang berkenan, nah ini kita mau klarifikasi, kita undang yang bersangkutan, kita klarifikasi seperti apa sih duduk persoalannya, dan pasti akan kita selesaikan dengan tuntas,” ujarnya.

Kasus ini mencuat setelah video keributan antara pengendara Alphard dan petugas keamanan proyek MRT viral di media sosial. Perselisihan dipicu saat mobil melintas menerobos lampu merah penyeberangan di depan Halte Hotel Pullman.

Adapun pengacara FH, Wiradarma Harefa menyebut Alphard yang terlibat cekcok dengan kliennya diduga menggunakan nopol kendaraan lain, yakni Daihatsu tahun 2015.

“Bahwa setelah polisi melihat viral berita ini dan mengecek kendaraan itu, ternyata kendaraan itu nomor polisi yang mereka pakai bukan peruntukan untuk kendaraan Alphard itu. Setelah dicek kendaraannya berbeda, itu kendaraan merek Daihatsu ya, merek Daihatsu. Aku coba cek ya, tapi ya itu sebenarnya ada atas nama seseorang tapi bukan Alphard, itu adalah Daihatsu warna silver metalik tahun 2015. Nah, ini ini sebenarnya yang sedang ditelusuri oleh kepolisian,” ujarnya saat live bersama kumparan AMPM, Jumat (24/7).

Buka sumber asli