News Berita

Polisi Pastikan Ledakan di Rumah Grand Polonia Medan Bukan dari Bom

Polisi Pastikan Ledakan di Rumah Grand Polonia Medan Bukan dari Bom #newsupdate #update #news #text

Polisi Pastikan Ledakan di Rumah Grand Polonia Medan Bukan dari Bom
Petugas mengoperasikan alat berat saat melakukan pencarian korban ledakan di Komplek Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026). Foto: Yudi Manar/Antara Foto
Petugas mengoperasikan alat berat saat melakukan pencarian korban ledakan di Komplek Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026). Foto: Yudi Manar/Antara Foto

Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara memastikan sumber ledakan yang terjadi di sebuah rumah di Grand Polonia Medan pada Senin (20/7), bukan dari bom. Ledakan itu akibat kebocoran gas tanam yang berada di rumah tersebut

"Tidak ada (residu). Tidak ada yang, maksudnya yang menunjukkan bahwa itu seperti misalnya dari bahan peledak atau apa, tidak ada," kata Kasubdit Fiskom Bid Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, saat ditemui di lokasi, Rabu (22/7).

Dampak kerusakan akibat bom dan gas berbeda. Menurut Roy di kasus ledakan Grand Polonia Medan, kerusakan yang terjadi menunjukkan sumber ledakan berasal dari gas.

"Kalau ciri khas antara gas yang meledak dengan bom adalah pusat ledakan. Kalau di bom itu selalu ada pusat ledakan di mana bom itu ditaruh. Jadi dari sana nanti sumber rusaknya ke semua arah. Tapi kalau di gas enggak ada. Semua ruangan itu rusak. Tidak ada ini lebih rusak daripada ini, enggak, semua ruangan itu rusak karena menyebar. Jadi itu bedanya antara detonasi gas dengan bom," ujar Roy.

Meski begitu belum diketahui titik kebocoran tersebut berasal dari lantai berapa. Polisi masih akan melakukan leak test atau uji kebocoran untuk memastikannya.

Terkait bau gas saat terjadi kebocoran yang tidak tercium oleh penghuni, Roy menjelaskan, hal itu bisa terjadi karena gas metana menguap ke atas. Kondisi ini berbeda saat gas yang bocor ialah LPG yang memiliki sifat menguap ke bawah. .

"Kan kalau di LPG gampang karena dia biasa masuk dari celah pintu di bawah. Tapi karena gas ini sifatnya dari atas, sehingga kan di atas biasanya tidak ada lubang. Jadi dia katakan sampai ke langit-langit, enggak bisa masuk ke kamar. Sehingga kalau tidak ada gasnya masuk ke dalam, otomatis kan tidak tercium," sambung Roy.

Namun, Roy belum bisa memastikan di mana lokasi para korban saat ledakan terjadi. Pemantik ledakan tersebut juga belum bisa disimpulkan karena banyak hal yang dapat memantik gas metana untuk meledak saat mencapai titik ledaknya.

Sebelumnya, ledakan terjadi di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Dugaan sementara pemicu ledakan karena kebocoran pipa gas yang tertanam di perumahan tersebut.

Terdapat tujuh korban dalam peristiwa tersebut. Rinciannya empat korban selamat dan tiga orang tewas. Seluruh korban telah dievakuasi.

Buka sumber asli