News Berita

Piring Sudah Kinclong, Tapi Apakah Sudah Benar-benar Bersih?

Kebersihan peralatan makan selama ini memang identik dengan hilangnya lemak membandel dan bau amis yang menempel setelah memasak. #kumparanFOOD #newsupdate

Piring Sudah Kinclong, Tapi Apakah Sudah Benar-benar Bersih?
Nikita Willy saat di acara Kilau Nipis di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Rabu (17/6/2026). Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Nikita Willy saat di acara Kilau Nipis di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Rabu (17/6/2026). Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Kebersihan peralatan makan selama ini memang identik dengan hilangnya lemak membandel dan bau amis yang menempel setelah memasak. Namun, seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan keluarga, semakin banyak konsumen yang mulai memperhatikan hal lain yang kerap luput dari perhatian, yakni residu sabun yang tertinggal pada peralatan makan.

Menurut Senior Brand Manager Kilau Nipis, Bondan Abdul Malik, kebutuhan konsumen terhadap produk rumah tangga kini terus berkembang, hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan kualitas hidup keluarga.

Nikita Willy saat di acara Kilau Nipis di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Rabu (17/6/2026). Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Nikita Willy saat di acara Kilau Nipis di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Rabu (17/6/2026). Foto: Ela Nurlaela/kumparan

"Kami melihat semakin banyak keluarga Indonesia yang mengeluhkan kulit tangan teriritasi akibat terpapar zat kimia dalam sabun cuci piring setiap hari, serta bau sabun yang masih tertinggal setelah piring dibilas. Keduanya dapat menjadi tanda bahwa sabun cuci piring yang digunakan mengandung bahan kimia," ujar Bondan saat ditemui di anjungan Kilau Nipis pada Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, Rabu (17/6).

Menurutnya, kebersihan peralatan makan bukan hanya soal tampilan yang terlihat kinclong. Faktor kenyamanan saat peralatan tersebut digunakan kembali juga menjadi perhatian banyak keluarga.

Nikita Willy saat di acara Kilau Nipis di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Rabu (17/6/2026). Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Nikita Willy saat di acara Kilau Nipis di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Rabu (17/6/2026). Foto: Ela Nurlaela/kumparan

"Bagi kami, kebersihan bukan hanya soal piring yang tampak bersih, tetapi juga memastikan peralatan makan keluarga bebas dari residu kimia yang dapat mengurangi kenyamanan saat digunakan kembali," lanjutnya.

Pandangan serupa juga dirasakan oleh aktris sekaligus ibu dua anak, Nikita Willy. Sebagai Brand Ambassador Kilau Nipis, ia mengaku kini semakin selektif dalam memilih produk yang digunakan sehari-hari di rumah, termasuk sabun cuci piring.

Produk Kilau Nipis di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Rabu (17/6/2026). Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Produk Kilau Nipis di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Rabu (17/6/2026). Foto: Ela Nurlaela/kumparan

"Sebagai ibu, saya semakin memperhatikan produk yang digunakan di rumah, termasuk sabun cuci piring. Bagi saya, produk yang baik bukan hanya mampu membersihkan dengan maksimal, tetapi juga membuat saya merasa tenang saat produk tersebut digunakan untuk mencuci peralatan makan keluarga," kata Nikita.

Kesadaran tersebut menjadi bagian dari kampanye "Piring Bersih Alami, Bukan Kimiawi" yang diusung Kilau Nipis di Jakarta Fair Kemayoran 2026. Melalui kampanye ini, masyarakat diajak untuk lebih cermat memilih produk pembersih yang tidak hanya efektif mengangkat lemak dan bau amis, tetapi juga memberikan pengalaman penggunaan yang nyaman untuk kebutuhan sehari-hari.

Buka sumber asli