Pertolongan Pertama yang Perlu Dilakukan saat Anak Tenggelam
Jangan panik, lakukan ini saat melihat anak tenggelam, Moms! #momsupdate #update #mom #text

Moms, kasus anak tenggelam bisa terjadi dalam hitungan detik. Sayangnya, banyak orang tua yang masih bingung harus melakukan apa saat menghadapi situasi darurat ini.
Padahal, tindakan pertama yang diberikan dapat sangat menentukan peluang keselamatan anak.
Menurut Dokter Tim Emergency & Trauma Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Christina Valentin, pada kasus tenggelam, penyebab henti jantung paling sering bukan karena gangguan pada jantung itu sendiri, melainkan akibat hipoksia atau kekurangan oksigen.
Prioritaskan Mengembalikan Oksigen ke Tubuh Anak saat Tenggelam

Saat melihat anak tenggelam, lakukan langkah-langkah berikut, Moms:
1. Pastikan lokasi di sekitar aman sebelum memberikan pertolongan
2. Segera keluarkan anak dari air
3. Memeriksa respons anak dengan memanggil namanya atau menepuk bahunya secara lembut
4. Cek apakah anak bernapas normal selama maksimal 10 detik
"Jika anak tidak bernapas normal, segera minta bantuan medis dan mulai lakukan CPR. Pada korban tenggelam, pemberian napas atau ventilasi menjadi bagian yang sangat penting karena masalah utamanya adalah kekurangan oksigen," kata dr. Christina pada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Tapi sayangnya, masih banyak mitos yang dipercaya masyarakat saat menangani korban tenggelam. Misalnya menggantung anak secara terbalik, menekan perut agar air keluar, atau menunggu air keluar terlebih dahulu sebelum melakukan CPR.
"Tindakan-tindakan tersebut justru membuang waktu yang sangat berharga dan bisa menunda pertolongan yang dibutuhkan anak," tegas dr. Christi.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak terpaku pada upaya mengeluarkan air dari tubuh anak. Fokus utama justru adalah mengembalikan pasokan oksigen secepat mungkin melalui ventilasi dan CPR sambil menunggu bantuan medis datang.
Dalam kondisi darurat seperti ini, setiap detik sangat berarti. Penanganan yang tepat dan cepat dapat meningkatkan peluang anak untuk selamat sekaligus mengurangi risiko kerusakan organ akibat kekurangan oksigen, Moms.