Perampokan Lansia di Riau: Menantu Terungkap Jadi Otak Pelaku Pembunuhan
Perampokan Lansia di Riau: Menantu Terungkap Jadi Otak Pelaku Pembunuhan #newsupdate #update #news #text

Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil menangkap empat pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita lanjut usia di Kota Pekanbaru, Riau.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasym Risahondua, mengatakan keempat pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.
"Kami berhasil menangkap keempat pelaku di dua lokasi berbeda," kata Hasym saat konferensi pers di Polresta Pekanbaru, Minggu (3/5).
Para pelaku masing-masing berinisial AFT (perempuan), SL, EW, dan L (perempuan). Dari hasil penyelidikan, AFT adalah menantu korban sekaligus otak pelaku.
Sementara SL adalah suami siri AFT yang berperan sebagai eksekutor utama. Dua pelaku lainnya, EW dan L, merupakan rekan yang diajak untuk menjalankan aksi tersebut.
Meski punya suami siri, AFT disebut belum bercerai dengan suaminya yang juga anak korban.
Hasym menjelaskan, keempat pelaku datang dari Aceh ke Pekanbaru dengan rencana awal melakukan perampokan. Setibanya di Pekanbaru, mereka sempat menginap di sebuah hotel untuk menyusun rencana kejahatan.
"Dalam prosesnya, rencana perampokan berkembang menjadi rencana pembunuhan dengan tujuan menguasai seluruh harta benda korban," jelasnya.
Para pelaku kemudian melakukan survei ke rumah korban untuk mempelajari situasi. Mereka bahkan sempat menginap di area SPBU di Jalan Pramuka karena kehabisan biaya.
Aksi kejahatan dilakukan keesokan harinya. AFT dan L lebih dulu masuk ke dalam rumah dan mengajak korban berbincang. Tidak lama kemudian, SL datang dengan berpura-pura sebagai pengemudi ojek online yang menagih pembayaran sebesar Rp 300 ribu dari anak korban.

Namun korban menolak membayar karena merasa anaknya tidak pernah memesan layanan tersebut. Saat itulah SL langsung menyerang korban menggunakan balok kayu.
"Pelaku SL memukul korban sebanyak lima kali di bagian kepala dan dada," ungkapnya.
Kabur usai Bunuh, Pesta dulu lalu Berpencar
Setelah korban tak berdaya, AFT dan SL menyeret korban ke kamar mandi. Para pelaku kemudian menggasak harta benda milik korban sebelum melarikan diri.
Usai beraksi, AFT, SL dan L melarikan diri menggunakan mobil, sedangkan L menggunakan sepeda motor, dan membawa anak korban yang merupakan anak berkubutuhan khusus.
"Pelaku L membawa Arnold dan menurunkannya di Minas. Awalnya pelaku L ingin mengambil sepeda motornya, tapi tidak jadi," jelasnya.
Lalu setelah itu, para pelaku sempat menuju wilayah Sumatera Utara tepatnya di Kota Binjai dan pesta disebuah tempat hiburan malam.
"Setelah melakukan pesta, para pelaku berpencar, AFT dan SL melarikan diri ke Aceh Tengah, sementara EW dan L berada di Binjai," tambahnya.

Petugas kepolisian kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil menangkap para pelaku di lokasi persembunyian masing-masing. AFT dan SL diamankan di sebuah gubuk di wilayah Aceh Tengah, sementara EW dan L ditangkap di Binjai.
Saat proses penangkapan, dua pelaku yakni SL dan EW melakukan perlawanan sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan.
"Dua pelaku melakukan perlawanan saat diamankan, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur," tegas Hasym.
Selanjutnya, keempat pelaku dibawa ke Polresta Pekanbaru untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.