Pengacara: Sekuriti yang Cekcok dengan Pengemudi Alphard Masih Ketakutan
Pengacara: Sekuriti yang Cekcok dengan Pengemudi Alphard Masih Ketakutan #newsupdate #update #news #text

Sekuriti berinisial FH yang terlibat cekcok dengan pengemudi mobil Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, disebut masih mengalami ketakutan usai insiden tersebut.
Kuasa hukum FH, Wiradarma Harefa, mengatakan kliennya hingga kini masih trauma setelah mengaku mendapat intimidasi saat berada di pos polisi usai perselisihan itu.
“Bahwa sampai saat ini satpam itu atau petugas keamanan itu sangat ketakutan ya. Sangat ketakutan, orang yang bekerja begitu merantau ke Jakarta mencari pekerjaan begitu susahnya. Nah, kalau diancam begitu sampai sekarang kemarin itu dia masih ketakutan diajak ngobrol itu dia masih belum bisa apa mengambil satu keputusan lah. Tapi dia masih ingat semua apa yang terjadi,” kata Wira saat live bersama kumparan AMPM, Jumat (24/7).
Menurut Wira, kondisi psikologis EFH juga membuat pihaknya meminta perusahaan tempat kliennya bekerja untuk sementara tidak menugaskannya di lokasi kejadian.
“Kami kemarin juga sudah ketemu dengan orang atau perusahaan yang tempat dia bekerja dan kami minta untuk beberapa hari ke depan ini kalau bisa jangan dulu ditempatkan di jalan yang itu kemarin, tolong dicarikan tempat di kantornya sementara sampai kembali lagi kondisinya seperti semula,” ujarnya.
Wira mengatakan perusahaan telah menyanggupi permintaan tersebut. Ia juga memastikan hingga saat ini tidak ada rencana dari perusahaan untuk memberhentikan EFH.
“Sampai saat ini perusahaan belum ada niatan atau melakukan pemecatan atau apa sesuai dengan yang beredar itu. Berdasarkan pertemuan kami dengan perwakilan perusahaannya kemarin sampai kemarin itu menjamin ke kami bahwa belum terpikirkan ke mereka untuk melakukan pemecatan atau apa. Justru mereka memberikan apresiasi kepada petugas itu karena dia melakukan pekerjaan sesuai dengan tugas yang diberikan ke dia, dilakukan dengan baik,” ucap Wira.
Meski demikian, Wira menyebut kliennya masih menjalankan pekerjaannya, namun belum sepenuhnya pulih dari trauma akibat kejadian tersebut.
“Tapi kalau hal seperti ini karena mungkin ada traumanya dan dia kelihatannya masih apa belum fokus lah dalam pembicaraan terkait kasus ini. Gitu. Tapi kami tetap memberikan apa pendampingan kepada dia,” tutupnya.

Keributan antara Sekuriti FH dengan pengemudi Alphard viral di media sosial. Keributan ini dipicu saat mobil Alphard menerobos lampu merah penyerbangan di depan Hotel Pullman. Pihak kemanan yang tengah menyebrang pun kemudian menepuk bodi mobil.
Akibat peristiwa itu terjadilah cekcok, sekuriti FH dibawa ke Pos Polisi untuk mediasi.
Adapun dalam proses mediasi Sekuriti FH mengaku mengalami intimidasi. Ia juga menyampaikan saat itu pihak Alphard menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) aparat.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, hingga kini identitas maupun jenis KTA yang dimaksud masih belum dapat dipastikan.
“Ya itu masih kita dalami karena yang bersangkutan juga tidak bisa secara spesifik, belum bisa secara spesifik menjelaskan KTA apa dari mana, masih belum bisa menjelaskan,” kata Braiel, Jumat (24/7).
Polisi juga tengah mendalami terkait dugaan penggunaan nomor polisi palsu yabg digunakan di mobil Alphard tersebut.