Pelatihan Koding & AI Perkuat Kompetensi Guru SD untuk Pembelajaran Digital
Penguatan kompetensi guru dalam bidang koding dan kecerdasan artifisial (AI) menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pembelajaran digital di sekolah dasar.

Penguatan kompetensi guru dalam bidang koding dan kecerdasan artifisial (AI) menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pembelajaran digital di sekolah dasar (SD).
Melalui pelatihan berbasis platform pemrograman visual Scratch, para guru dibekali kemampuan mengenalkan konsep koding, computational thinking, dan AI kepada peserta didik secara sederhana, menyenangkan, dan berbasis proyek.
Kegiatan ini diselenggarakan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat Lektor (PkML) Skema Utama Berdampak Tahun 2026 bagi guru-guru SD Negeri Bojong Kerta, Kota Bogor.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi guru dalam mengenalkan konsep koding, computational thinking, dan kecerdasan artifisial kepada peserta didik melalui pendekatan belajar yang sederhana, menyenangkan, dan berbasis proyek.
Sebagai bagian dari pelaksanaan PkML, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pendampingan penerapan hasil pengembangan materi pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh mitra sekolah.
Pelatihan disusun agar guru mampu merancang aktivitas pembelajaran digital yang kontekstual, aman untuk anak, dan dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran tematik di kelas.
Pelatihan ini menempatkan guru sebagai aktor utama transformasi pembelajaran digital di tingkat sekolah dasar. Melalui praktik langsung menggunakan Scratch, para peserta diajak memahami alur berpikir komputasional, menyusun instruksi berbasis blok, membuat animasi dan permainan sederhana, serta mengaitkan konsep koding dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.

Selain pengenalan pemrograman visual, kegiatan ini juga memperkenalkan kecerdasan artifisial secara kontekstual. Guru memperoleh gambaran mengenai cara kerja AI dalam kehidupan sehari-hari, contoh penerapannya pada media pembelajaran, serta prinsip penggunaan teknologi yang aman, etis, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.
Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, pemaparan urgensi literasi koding dan KA, praktik pembuatan proyek Scratch, pendampingan kelompok, diskusi implementasi di kelas, refleksi pembelajaran, serta evaluasi awal dan akhir untuk melihat peningkatan pemahaman peserta.
Melalui pendekatan hands-on, pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi menghasilkan rancangan aktivitas pembelajaran yang dapat diadaptasi oleh guru di sekolah.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Negeri Jakarta yang telah menghadirkan pelatihan koding dan kecerdasan artifisial bagi para guru," papar Kepala Sekolah SD Negeri Bojong Kerta, Annisa Riani.
"Materi ini sangat relevan dengan kebutuhan sekolah dalam menyiapkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan dekat dengan dunia digital siswa. Kami berharap guru-guru dapat mengembangkan hasil pelatihan ini menjadi kegiatan pembelajaran yang menarik di kelas," imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut, tim PNJ mendorong peserta untuk menerapkan hasil pelatihan melalui aktivitas sederhana di kelas, seperti membuat animasi edukatif, kuis interaktif, permainan tematik, dan proyek pengenalan AI yang aman untuk anak. Hasil praktik peserta juga dapat menjadi bahan refleksi dan pengembangan modul pembelajaran lanjutan.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi PNJ melalui skema PkML dalam memperkuat literasi digital dan kapasitas pedagogis guru sekolah dasar. Kami ingin koding dan kecerdasan artifisial tidak dipahami sebagai materi yang rumit, tetapi sebagai sarana untuk melatih kreativitas, logika berpikir, kolaborasi, dan pemecahan masalah," terang Bambang Warsuta selaku Ketua Pelaksana Tim PkML Politeknik Negeri Jakarta.
"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) PNJ atas dukungan, arahan, dan fasilitasi tata kelola program sehingga kegiatan ini dapat terlaksana secara tertib, terukur, dan berorientasi pada luaran yang berdampak bagi mitra," imbuhnya.
Tim pelaksana juga menyampaikan terima kasih kepada P3M PNJ, Jurusan Teknik Informatika dan Komputer PNJ, SD Negeri Bojong Kerta, para guru peserta, mahasiswa yang terlibat, serta seluruh pihak yang mendukung kelancaran kegiatan.
Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi vokasi dan satuan pendidikan dasar dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dan sekolah dasar dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. PNJ berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal penguatan ekosistem literasi digital sejak pendidikan dasar.