News Berita

Partai Gelora Bicara Threshold Dihapuskan Hingga Biaya Pemilu Mahal

Gelora Bicara Threshold Dihapuskan Hingga Biaya Pemilu Mahal #newsupdate #update #news #text

Partai Gelora Bicara Threshold Dihapuskan Hingga Biaya Pemilu Mahal
Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dalam acara Bimtek Nasional di Hotel Merlyn, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dalam acara Bimtek Nasional di Hotel Merlyn, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta mengatakan partainya secara prinsip mendukung dihapuskannya berbagai ketentuan ambang (threshold) batas dalam sistem pemilu.

"Partai Gelora secara prinsip memperjuangkan dihapuskannya segala bentuk threshold, baik untuk pusat maupun untuk daerah, sebagaimana threshold untuk pilpres sudah dihapus, ya," kata Anis Matta usai menghadiri Bimbingan Teknis Nasional (Bimtek) II Partai Gelora di Jakarta Pusat, Sabtu (13/6).

Biaya Politik Mahal

Dalam kesempatan tersebut, Anis juga menyoroti tingginya biaya politik yang menurutnya menjadi salah satu persoalan dalam sistem pemilu saat ini. Menurut dia, partai-partai kecil tidak akan mampu bersaing dengan partai besar apabila menggunakan pola berpikir dan cara kerja yang sama.

"Jadi jika Anda ingin mengalahkan partai besar dalam pemilu, namun cara berpikir kita adalah cara berpikir partai besar, Anda tidak akan pernah menang. Karena Anda tidak akan bisa mengejar mereka dari sisi sumber daya. Iya kan? Kalau kita bekerja dengan cara mereka," ujarnya.

Anis menilai masuknya kalangan bisnis ke partai-partai besar membuat kontestasi politik semakin mahal. Dampaknya, organisasi politik dinilai tidak lagi berfungsi optimal sebagai instrumen perubahan sosial.

"Karena sekarang partai-partai besar itu banyak menampung orang-orang bisnis yang masuk ke dalam organisasi ini untuk masuk ke negara maka proses pemilunya menjadi sangat mahal. Iya kan? Karena mereka menginginkan hal itu. Namun dampaknya adalah bahwa proses pemilu kita mahal hanya pada waktu yang sama dengan organisasi politik tidak lagi menjadi instrumen perubahan sosial yang penting," katanya.

Optimistis Tatap Pemilu 2029

Meski demikian, Anis mengaku optimistis Partai Gelora memiliki peluang untuk berkembang lebih besar pada Pemilu 2029. Keyakinan itu, kata dia, tumbuh setelah hampir dua tahun para kader partai menjalankan tugas di legislatif.

"Ini bukan hanya pernyataan komitmen, tapi yang saya rasa jauh lebih penting dari itu adalah saudara-saudara semuanya setelah hampir dua tahun ya di DPRD sekarang menemukan keyakinan bahwa dengan situasi kita sekarang ini kita mempunyai banyak peluang untuk bertumbuh lebih besar pada pemilu 2029 yang akan datang," ujarnya.

Anis menekankan bahwa penguatan ide dan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama yang harus dibangun partai ke depan. Ia berharap 73 kader Partai Gelora yang saat ini duduk di lembaga legislatif dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan partai pada pemilu mendatang.

"Oleh karena itu yang harus kita perkuat dari tiga unsur ini pertama kali itu adalah ide dan orang. Dan saudara-saudara sekalian yang 73 kader kita ini yang sekarang ada di legislatif, ini adalah orang-orang yang kita andalkan untuk merumuskan ide bagaimana mengubah yang 73 ini menjadi beratus-ratus insyaallah dalam pemilu 2029 yang akan datang," tandas dia.

Buka sumber asli