News Berita

OJK: Stabilitas Sektor Keuangan RI Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

OJK terus memantau kondisi global dan pengaruhnya ke sektor keuangan Indonesia. #bisnisupdate #update #bisnis #text

OJK: Stabilitas Sektor Keuangan RI Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (1/4/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (1/4/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat stabilitas sektor jasa keuangan nasional hingga April 2026 masih terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan kinerja perekonomian global pada April 2026 dihadapkan pada berlanjutnya ketidakpastian kondisi geopolitik, meski telah terjadi kesepakatan gencatan senjata antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

“Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan dilangsungkan pada 30 April 2026, menilai bahwa stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga,” kata Friderica yang akrab disapa Kiki dalam Konferensi Pers RDKB, Selasa (5/5).

Kiki mengatakan penutupan Selat Hormuz yang tetap berlanjut akibat blokade oleh AS dan Iran yang membuat gangguan terhadap distribusi energi global belum sepenuhnya mereda. Kondisi itu, kata Kiki, mendorong harga minyak tetap volatile dan bertahan pada level tinggi.

Selain itu, IMF dalam World Economic Outlook April 2026 memangkas proyeksi pertumbuhan global menjadi 3,1 persen pada tahun 2026 dan menilai risiko stagflasi meningkat.

“Fragmentasi geopolitik, tekanan utang, dan gangguan rantai pasok menjadi faktor risiko yang melemahkan pertumbuhan ke depan. Tekanan inflasi global juga meningkat, mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan moneter di sejumlah negara maju,” ungkap Kiki.

Ilustrasi OJK. Foto: Shutterstock
Ilustrasi OJK. Foto: Shutterstock

Kiki menuturkan ekonomi nasional tumbuh solid di level 5,61 persen pada kuartal I 2026 ditopang kontribusi konsumsi rumah tangga dan peningkatan pengeluaran pemerintah. Dari sisi indikator permintaan, indeks keyakinan konsumen masih berada di zona optimis meskipun termoderasi.

“Pertumbuhan penjualan retail menjadi sebesar 2,4 persen year on year dan penjualan kendaraan bermotor terkontraksi secara tahunan,” tutur Kiki.

Mengenai ketidakpastian selesainya perang Iran dengan AS dan Israel yang mengakibatkan fluktuasi di pasar keuangan, OJK terus memantau intensif untuk memastikan ketahanan sektor jasa keuangan, termasuk melakukan stress test dengan berbagai skenario terhadap industri jasa keuangan, serta memperkuat pengawasan lembaga jasa keuangan.

“OJK juga mendorong agar lembaga jasa keuangan memperkuat penerapan manajemen risiko secara menyeluruh, termasuk melaksanakan stress testing secara berkala, serta memperkuat kualitas asesmen terhadap eksposur risiko pasar dan risiko kreditnya,” kata Kiki.

Buka sumber asli