News Berita

Muhammadiyah: Prioritas untuk Jadikan Umat Islam Mandiri Adalah Kekuatan Ekonomi

Muhammadiyah: Prioritas untuk Jadikan Umat Islam Mandiri Adalah Kekuatan Ekonomi #newsupdate #update #news #text

Muhammadiyah: Prioritas untuk Jadikan Umat Islam Mandiri Adalah Kekuatan Ekonomi
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Foto: YouTube/Muhammadiyah Channel
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Foto: YouTube/Muhammadiyah Channel

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menilai umat Islam perlu menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai sarana refleksi untuk membangun kemandirian di berbagai bidang kehidupan.

Dalam refleksi Tahun Baru Islam yang disiarkan melalui YouTube Muhammadiyah Channel pada Senin (15/6), Haedar mengatakan spirit hijrah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga perubahan menuju kondisi yang lebih baik, termasuk dalam membangun kekuatan umat.

Menurut dia, umat Islam Indonesia yang merupakan mayoritas penduduk masih menghadapi tantangan dalam bidang ekonomi dan politik sehingga daya tawarnya belum cukup kuat.

"Umat Islam Indonesia mayoritas di negeri ini. Tetapi jujur harus kita akui, secara ekonomi dan politik masih lemah sehingga tidak memiliki daya tawar yang tinggi terhadap berbagai pihak yang memiliki kekuatan dominasi dan hegemoni," tutur Haedar.

“Karena itu, di antara kondisi yang masih memerlukan hijrah yang bersifat perubahan dan pengembangan di tubuh umat Islam Indonesia ialah membangun kemandirian,” tambahnya.

Ia menjelaskan kemandirian berarti kemampuan untuk berdiri sendiri dengan keberanian dan tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan serta kepentingan umat di berbagai bidang kehidupan. Karena itu, diperlukan penguatan di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Haedar menegaskan, salah satu aspek strategis yang perlu diperkuat saat ini adalah gerakan membangun kemandirian umat di bidang ekonomi dan penguatan politik kebangsaan.

Menurut dia, penguatan keimanan, ibadah, dan akhlak perlu berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi, politik, dan budaya agar umat Islam memiliki dampak yang lebih besar bagi kehidupan bangsa maupun dunia.

Haedar menilai kekuatan ekonomi menjadi fondasi utama untuk mewujudkan kemandirian tersebut.

“Di antara prioritas utama yang akan menjadi kekuatan paling penting yang mesti dibangun dan mampu menjadikan umat Islam mandiri ialah kekuatan ekonomi,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar umat Islam tidak antipati terhadap aktivitas ekonomi dan bisnis. Menurutnya, usaha mikro, kecil, dan menengah perlu terus diberdayakan, namun pada saat yang sama umat Islam juga perlu mulai menggarap sektor-sektor strategis seperti industri, perkebunan, pertambangan, dan teknologi informasi secara profesional dan bertanggung jawab.

“Jangan terus berkontroversi atau berdebat dan saling mempersoalkan tentang aktivitas ekonomi dan bisnis. Apalagi menolak bisnis berskala besar dan strategis hanya karena terdapat praktik-praktik pihak lain yang kotor dan menimbulkan dampak perusakan,” ucapnya.

“Umat Islam jangan antipati dalam bergerak di sektor ekonomi, bisnis, dan wirausaha, baik yang berskala mikro, kecil, dan menengah, maupun berskala besar, eksekutif, dan strategis,” tutup Haedar.

Buka sumber asli