Motif Percobaan Penculikan Lansia di PIK: Asmara Tak Direstui
Motif Percobaan Penculikan Lansia di PIK: Asmara Tak Direstui #newsupdate #update #news #text

Polisi mengungkap motif di balik dugaan percobaan penculikan terhadap seorang lansia berinisial GH (70) saat berolahraga pagi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara.
CW (31) salah satu pelaku disebut memiliki persoalan asmara yang tak direstui dengan anak korban GH (70) .
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, kasus itu diduga dipicu persoalan pribadi.
“Dari hasil penyelidikan sementara, peristiwa tersebut diduga dilatarbelakangi persoalan pribadi atau asmara yang tidak direstui,” kata Budi, Senin (15/6).

Saat ini, kedua tersangka CW dan orang suruhannya untuk melakukan aksi FAP (26) tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Metro Penjaringan.
“Saat ini keduanya telah diamankan dan sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Polsek Metro Penjaringan,” ujar Budi.
Selain menangkap pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Barang bukti itu meliputi satu unit mobil Toyota Fortuner putih yang diduga digunakan saat kejadian, rekaman CCTV, telepon genggam, obeng, hingga pakaian yang dikenakan tersangka.

“Petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mobil Toyota Fortuner warna putih, rekaman CCTV, handphone, obeng, serta pakaian yang digunakan para tersangka saat kejadian,” kata dia.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 450 dan/atau Pasal 471 KUHP tentang penculikan dan/atau penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah rekaman CCTV dugaan percobaan penculikan beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang pria terlihat turun dari mobil dan mencoba menarik korban agar masuk ke kendaraan saat korban berjalan pagi di sekitar rumahnya pada 16 April sekitar pukul 06.55 WIB.

Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra sebelumnya membenarkan penangkapan dua pelaku dalam kasus tersebut.
“Benar sudah diamankan 2 pelaku,” kata Agta saat dikonfirmasi, Senin (15/6).
Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan AKP Sampson Sosa Hutapea menjelaskan, upaya penculikan itu gagal setelah korban melakukan perlawanan hingga pelaku panik dan melarikan diri.
“Jadi pelaku berusaha menarik korban, memaksa untuk mengajak masuk mobil, sampai pelaku dan korban bergelut, korban dan pelaku juga jatuh, tetapi karena korban melawan sehingga pelaku tidak berhasil mengambil korban dan memang korban sudah teriak di situ sehingga pelaku terlihat ketakutan dan meninggalkan lokasi,” ujar Sampson, dikutip Minggu (14/6).