Mensesneg soal Komunikasi Menteri PU Selengean: Jadi Catatan untuk Diperbaiki
Mensesneg Prasetyo Hadi merespons sorotan terhadap gaya komunikasi Menteri PU Dody Hanggodo. Menurutnya, masukan publik akan menjadi catatan untuk perbaikan. #newsupdate #update #news #text

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons sorotan publik terhadap gaya komunikasi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang dinilai selengean [KBBI: kurang santun dan tidak bisa bersikap serius] saat menyampaikan pernyataan kepada publik.
Prasetyo mengatakan, evaluasi terhadap para menteri dilakukan secara rutin. Namun, ia membedakan evaluasi kinerja dengan evaluasi terkait cara berkomunikasi.
"Kalau berkenaan dengan evaluasi kepada seluruh kementerian maupun kepada pejabat menterinya memang rutin terus-menerus kita lakukan evaluasi dalam artian saling berkoordinasi, dalam artian saling memberikan masukan, karena ada beberapa hal yang memang tergantung konteksnya," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7).
Menurut Prasetyo, penilaian terhadap kinerja menteri memiliki mekanisme tersendiri. Sementara itu, evaluasi terhadap gaya komunikasi membutuhkan parameter yang berbeda karena berkaitan dengan karakter masing-masing pejabat.
"Kalau evaluasi dari sisi kinerja itu ada sendiri bagaimana cara kita kemudian mengevaluasi. Tapi kalau pertanyaannya tadi adalah mengevaluasi dari sisi bagaimana cara berkomunikasi, apalagi yang berkenaan dengan karakter masing-masing, itu juga tentunya parameter atau indikator dan cara mengevaluasinya berbeda," ujarnya.
Meski demikian, Prasetyo mengakui gaya komunikasi seorang menteri yang dinilai kurang tepat akan menjadi perhatian pemerintah.
"Jadi kalaupun ada yang berkenaan dengan masalah menteri, salah seorang menteri yang kemudian dianggap cara menyampaikan sesuatu ke publik itu dianggap kurang pas, nah itu menjadi catatan untuk nanti kami komunikasi dan kita berharap akan diperbaiki," katanya.

Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo menjadi sorotan karena gaya komunikasinya dinilai terlalu santai atau "slengean" saat menanggapi sejumlah isu di ruang publik.
Menanggapi kritik tersebut, Dody mengaku tidak mempermasalahkannya dan menganggap kritik sebagai masukan untuk memperbaiki diri.
Ia mengatakan gaya komunikasinya dipengaruhi latar belakangnya sebagai orang Jawa Timur yang lama berkecimpung di dunia swasta.
"Ya gimana, saya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta, gimana, ya agak slengekan, ya sudahlah. Kecuali sesuatu yang teknis banget baru saya akan serius," ujar Dody.