News Berita

Menguak Penyebab Meninggalnya Dokter Icha, Diduga Diintimidasi Anggota DPRD

Menguak Penyebab Meninggalnya Dokter Icha, Diduga Diintimidasi Anggota DPRD #newsupdate #update #news #text

Menguak Penyebab Meninggalnya Dokter Icha, Diduga Diintimidasi Anggota DPRD
Kementerian Kesehatan menyampaikan duka cita atas wafatnya dr. Icha yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, NTT. Foto: Instagram/ @kemenkes_ri
Kementerian Kesehatan menyampaikan duka cita atas wafatnya dr. Icha yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, NTT. Foto: Instagram/ @kemenkes_ri

Kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha terus menjadi sorotan publik. Sejumlah perkembangan terungkap, mulai dari dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), penyelidikan polisi, hingga langkah pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan.

Di sisi lain, keluarga mengungkap kondisi psikologis dokter Icha sebelum meninggal, sementara pihak yang disebut dalam kasus tersebut mulai memberikan klarifikasi. Berikut rangkuman perkembangan kumparan terkait kasus tersebut.

Pilu Dokter Icha Meninggal, Keluarga Sebut Depresi-Diintimidasi Anggota DPRD TTU

Pihak keluarga menduga dokter Icha mengalami depresi berat setelah mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD Kabupaten TTU terkait penanganan seorang pasien yang mengalami gigitan ular hijau.

"Mereka dalam keadaan mabuk saat masuk ke ruang UGD," ungkap Paman dr. Icha, Fabi Banase, Sabtu (27/6).

Jenazah dokter Icha di rumah orang tuanya di Baumata, Kupang, NTT. Foto: kumparan
Jenazah dokter Icha di rumah orang tuanya di Baumata, Kupang, NTT. Foto: kumparan

Berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan yang diterima keluarga, dokter Icha didiagnosis mengalami episode depresi berat tanpa gejala psikotik.

"Salah satu di antara mereka berucap dengan nada tinggi, 'Kau akan bertemu saya di Komisi III'," tambah Fabi.

Anggota DPRD TTU Buka Suara soal Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Veronika Lake, memberikan klarifikasi setelah namanya disebut dalam pemberitaan terkait kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha.

"Saya, Veronika Lake, dengan penuh kerendahan hati menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Dokter Icha. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan," ujarnya, Minggu (29/6).

Anggota DPRD TTU, Veronika Lake saat menberikan keterangan pers. Foto: kumparan
Anggota DPRD TTU, Veronika Lake saat menberikan keterangan pers. Foto: kumparan

Veronika mengatakan, klarifikasi ini disampaikan sebagai penjelasan atas kronologi yang dialaminya secara langsung setelah namanya dikaitkan dengan peristiwa di RS Leona.

"Terkait perkataan 'panggil wartawan saja', itu saya maksudkan sebagai usulan kepada salah satu rekan DPRD agar ada liputan eksternal dan investigatif terkait transparansi pelayanan kesehatan, evaluasi, dan perbaikan kualitas pelayanan. Jadi, tidak ditujukan kepada personal atau pribadi, tetapi sebagai bentuk dorongan untuk perbaikan pelayanan kesehatan di rumah sakit," jelasnya.

Bupati TTU Bekukan Perpanjangan Izin RS Leona usai Meninggalnya Dokter Icha

Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, membekukan sementara proses perpanjangan izin operasional RS Leona Kefamenanu menyusul kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha.

"Kami hentikan dulu proses administrasi perpanjangan izin RS Leona. Selama kasus yang menimpa dr. Icha belum terang dan selesai, tidak ada perpanjangan izin yang akan kami terbitkan," tegas Yosep, Minggu (29/6).

Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, saat mendatangi rumah duka dokter Icha di Baumata, Kupang, NTT. Foto: kumparan
Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, saat mendatangi rumah duka dokter Icha di Baumata, Kupang, NTT. Foto: kumparan

Kebijakan tersebut diambil hingga proses penyelidikan dan penanganan hukum terkait kasus dr. Icha dinyatakan selesai.

"Rumah sakit bukan tempat yang boleh membuat dokter merasa takut, tertekan, atau tidak aman. Jika sistem pengamanan dan dukungan kerja di dalamnya lemah, maka kami wajib mengevaluasi," katanya.

Keluarga Ungkap Pesan Terakhir dan Kondisi Dokter Icha sebelum Meninggal

Fabi Banase juga mengatakan keponakannya sempat mengirimkan pesan singkat yang menggambarkan kondisi psikologisnya setelah insiden dugaan intimidasi tersebut.

"Dia (korban) bilang punya niat meninggal dunia untuk menghindari trauma. Bapa, saya stres. Kalau saya pulang ke sana (Kefamenanu), saya takut. Biar saya mati saja supaya jangan ada korban nakes yang lain," ujar Fabi menirukan isi pesan dr. Icha.

Ayah dokter Icha saat menerima ucapan duka dari keluarga di rumah duka di Baumata, Kupang, NTT. Foto: kumparan
Ayah dokter Icha saat menerima ucapan duka dari keluarga di rumah duka di Baumata, Kupang, NTT. Foto: kumparan

Berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan yang diterima keluarga, dr. Icha didiagnosis mengalami episode depresi berat tanpa gejala psikotik dan sebelumnya sempat melakukan percobaan bunuh diri.

"Karena malam itu saat kejadian dibentak dan dimarahi, saya yang menjadi tempat konsultasi dr. Icha. Dia berkali-kali menelepon saya meminta tolong agar saya menjelaskan kepada keluarga dan DPR. Sampai sekarang saya masih menyimpan WhatsApp dr. Icha malam itu," ungkap dr. Tri.

Kemenkes Sampaikan Duka Atas Wafatnya Dokter Icha, Dalami Dugaan Intimidasi

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan ucapan duka atas wafatnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha, dokter RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur yang ditemukan tewas diduga mengalami tekanan psikis usai mendapatkan intimidasi dari anggota DPRD TTU.

"Kementerian Kesehatan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dr. Icha yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, NTT. Dedikasi beliau dalam melayani masyarakat akan selalu menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pengabdian tenaga kesehatan," ucap pernyataan Kemenkes di akun Instagram @kemenkes.id, Minggu (28/6).

Kemenkes pun kini tengah mengusut dugaan intimidasi yang dialami oleh dr. Icha.

"Terkait kabar dugaan intimidasi yang menimpa almarhumah, Kemenkes tidak akan tinggal diam. Saat ini, tim Kemenkes tengah bergerak untuk mengusut kasus ini secara transparan dan tuntas," ucap pernyataan itu.

Polisi Bakal Panggil 3 Anggota DPRD TTU soal Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Polres Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, tengah mendalami dugaan intimidasi terhadap dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha yang meninggal dunia setelah diduga mengalami tekanan psikologis usai menangani pasien di RS Leona Kefamenanu.

"Hari ini proses pengambilan keterangan terhadap para saksi masih berlangsung. Penyidik terus bekerja mengumpulkan fakta-fakta untuk membuat terang peristiwa ini. Hasil pemeriksaan para saksi nantinya akan kami laporkan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai," ujar AKBP Eliana Papote, Minggu (28/6).

Kapolres TTU AKBP Eliana Papote. Foto: Dok. Istimewa
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote. Foto: Dok. Istimewa

Penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan berencana memanggil tiga anggota DPRD Kabupaten TTU yang dilaporkan keluarga diduga melakukan intimidasi terhadap dokter Icha saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Kami juga berkoordinasi dengan ahli pidana dan ahli psikologi guna mengkaji apakah dugaan intimidasi tersebut memenuhi unsur tindak pidana atau tidak. Semua dilakukan berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku," jelas Kapolres.

Polisi Temukan Sepucuk Surat di Lokasi Meninggalnya Dokter Icha: Kami Selidiki

Polisi mengungkapkan adanya temuan sepucuk surat di lokasi meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha di rumah orang tuanya di Desa Baumata Barat, Kecamatan Taibenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Saat ini Unit Reskrim Polsek Kupang Tengah bersama Polres Kupang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kronologi kejadian," ujar Randi, Sabtu (27/6).

Polisi telah mengamankan sepucuk surat dari lokasi kejadian.

"Terkait sepucuk surat yang diamankan pihak kepolisian, saat ini masih dilakukan pendalaman terhadap seluruh bukti-bukti yang ada," jelasnya.

Polisi Ungkap Hasil Olah TKP Meninggalnya Dokter Icha

Polres Kupang mengungkap hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha di kediaman orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, RT 007/RW 004, Dusun II, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6).

"Begitu menerima laporan, personel kami langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP, melakukan olah tempat kejadian perkara, mengidentifikasi korban, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan awal dari para saksi. Semua langkah dilakukan secara profesional untuk memastikan setiap fakta di lapangan dapat terdokumentasi dengan baik," ujar Rudy, Minggu (28/6).

Dari hasil pemeriksaan luar di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, polisi menemukan bekas jeratan pada leher korban yang diduga berkaitan dengan penyebab kematian.

"Hasil pemeriksaan luar menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi jenazah secara medis sebagai bahan pendukung penyidikan," jelas Rudy.

Buka sumber asli