News Berita

Mengapa Kita Sering Memikirkan Banyak Hal Sebelum Tidur? Ini Alasan Psikologinya

Kenapa pikiran justru ramai saat mau tidur? Ternyata, ada alasan psikologi di balik kebiasaan memikirkan banyak hal sebelum tidur.

Mengapa Kita Sering Memikirkan Banyak Hal Sebelum Tidur? Ini Alasan Psikologinya
Ilustrasi perempuan sulit tidur.
 Foto: Kmpzzz/Shutterstock
Ilustrasi perempuan sulit tidur. Foto: Kmpzzz/Shutterstock

Pernah nggak sih kamu sudah berbaring di kasur, selimut sudah nyaman, lampu kamar sudah mati, dan tubuh sebenarnya merasa capek? Tapi entah kenapa, pikiran malah mulai ke mana-mana. Tiba-tiba kamu mengingat percakapan tadi siang, memikirkan tugas yang belum selesai, mengkhawatirkan masa depan, sampai bertanya-tanya tentang hal-hal kecil yang sebenarnya nggak terlalu penting.

Hal-hal kaya gini tu sering bikin waktu tidur yang harusnya jadi waktu untuk beristirahat malah berubah jadi waktu untuk memikirkan banyak hal. Kamu mungkin pernah berkata dalam hati, "Kenapa sih otakku baru ramai sekarang?" atau "Kenapa kalau siang biasa aja, tapi pas mau tidur malah kepikiran semuanya?"

Memikirkan banyak hal sebelum tidur ternyata bukan sesuatu yang terjadi tanpa alasan. Pikiran manusia memang memiliki cara tersendiri dalam memproses pengalaman, emosi, dan kejadian yang terjadi sepanjang hari. Ketika suasana mulai tenang, hal-hal yang sebelumnya tertutup oleh kesibukan bisa muncul kembali ke permukaan.

Kenapa Pikiran Justru Ramai Saat Kita Mau Tidur?

Sepanjang hari, otak kita menerima banyak sekali informasi. Mulai dari pekerjaan, perkuliahan, percakapan dengan orang lain, masalah kecil yang terjadi, sampai berbagai emosi yang mungkin belum sempat kita sadari.

Saat sedang sibuk, perhatian kita biasanya terbagi ke banyak hal. Kamu mungkin fokus menyelesaikan tugas, mengejar deadline, ngobrol dengan teman, atau melakukan aktivitas lainnya. Pikiran tentang masalah tertentu bisa saja tersimpan sementara karena otak sedang memprioritaskan hal yang lebih mendesak.

Ketika malam datang dan lingkungan mulai lebih sunyi, otak memiliki lebih banyak ruang untuk memproses berbagai hal yang tertunda. Inilah salah satu alasan kenapa banyak orang merasa lebih sering overthinking sebelum tidur.

Jadi kalau kamu pernah merasa, "Kok baru kepikiran sekarang, ya?" mungkin bukan karena kamu tiba-tiba menjadi lebih banyak pikiran. Bisa jadi, tubuhmu baru memberikan kesempatan untuk otak memproses semua hal yang terjadi hari itu.

Otak Sedang Mencoba Menyelesaikan Hal yang Belum Selesai

Pernah nggak kamu mengulang kejadian kecil berkali-kali dalam kepala?

Hmm misalnya kamu merasa kurang nyaman dengan percakapan bersama seseorang, lalu malamnya mulai berpikir, "Tadi aku salah ngomong nggak ya?", "Dia bakal mikir apa tentang aku?", atau "Harusnya tadi aku jawabnya gimana?"

Mungkin itu sebabnya kamu masih sering mengingat percakapan, kejadian, atau masalah kecil yang belum benar-benar selesai. Otak memang punya kecenderungan untuk terus kembali pada hal yang masih terasa menggantung, yang dikenal sebagai Zeigarnik Effect.

Otak kita memang suka mencari pola dan jawaban. Ketika ada sesuatu yang terasa menggantung, pikiran bisa terus kembali ke hal tersebut seolah ingin menemukan solusi.

Sayangnya, proses ini kadang muncul di waktu yang kurang tepat, yaitu ketika kamu sedang ingin beristirahat. Bukannya membantu tidur lebih cepat, pikiran yang terus berjalan justru membuat tubuh semakin sulit rileks.

Perasaan yang Dipendam Seharian Bisa Muncul Saat Malam

Coba ingat lagi, bagaimana harimu berjalan hari ini?

Mungkin kamu tersenyum di depan orang lain, tetap mengerjakan aktivitas seperti biasa, dan terlihat baik-baik saja. Tapi siapa tahu, sebenarnya ada rasa kecewa, khawatir, sedih, atau lelah yang belum sempat kamu perhatikan.

Banyak orang terbiasa mengatakan, "Nanti aja dipikirin," karena merasa harus menyelesaikan banyak hal terlebih dahulu. Padahal, emosi yang tidak sempat diproses tetap membutuhkan ruang untuk dipahami.

Psikolog Richard Lazarus melalui Cognitive Appraisal Theory menjelaskan bahwa emosi muncul berdasarkan bagaimana seseorang menilai dan memaknai pengalaman yang dialaminya. Suatu kejadian kecil bisa terasa berat ketika pikiran kita memberikan makna tertentu terhadap kejadian tersebut.

Itulah kenapa malam hari sering menjadi waktu ketika perasaan yang tertahan mulai terasa lebih kuat. Saat tidak banyak distraksi, kamu akhirnya punya kesempatan untuk mendengar apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam dirimu.

Memikirkan Banyak Hal Sebelum Tidur Bisa Berkaitan dengan Kekhawatiran Masa Depan

Pikiran tentang masa depan juga sering menjadi alasan seseorang sulit tidur.

"Kira-kira aku bisa mencapai target nggak ya?"

"Kalau nanti gagal gimana?"

"Apakah keputusan yang aku ambil sudah benar?"

Pertanyaan seperti itu sebenarnya menunjukkan bahwa kamu peduli terhadap hidupmu. Kamu ingin melakukan yang terbaik dan ingin memastikan semuanya berjalan dengan baik.

Masalahnya, ketika pikiran tentang masa depan muncul terlalu sering dan sulit dikendalikan, hal tersebut bisa berubah menjadi kecemasan. Kamu bukan lagi mempersiapkan diri menghadapi sesuatu, tetapi justru terus memikirkan kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi.

Kamu boleh punya rencana untuk masa depan. Kamu boleh memikirkan langkah berikutnya. Tapi jangan lupa, dirimu yang ada hari ini juga membutuhkan perhatian.

Tubuhmu Butuh Istirahat, Bukan Pertarungan dengan Pikiran Sendiri

Ketika pikiran mulai terasa penuh menjelang tidur, mungkin kamu pernah mencoba memaksa diri untuk berhenti memikirkan banyak hal. Tubuh sudah merasa lelah dan ingin beristirahat, tetapi pikiran masih terus berjalan ke berbagai arah.

Semakin keras kamu berusaha membuat pikiran berhenti, terkadang justru semakin sulit untuk merasa tenang. Pikiran yang terus muncul bukan berarti kamu gagal mengendalikan diri, bisa jadi ada hal yang masih ingin dipahami oleh dirimu sendiri.

Coba ubah cara kamu menghadapi pikiran tersebut secara perlahan. Daripada menyalahkan diri sendiri karena overthinking sebelum tidur, coba tanyakan beberapa hal ini kepada dirimu:

"Apa yang sebenarnya sedang aku khawatirkan?"

"Apa hal ini bisa aku selesaikan sekarang?"

"Apa aku sedang lelah dan butuh istirahat?"

Pertanyaan sederhana seperti ini bisa membantu kamu lebih memahami diri sendiri. Kamu tidak harus menyelesaikan semua masalah malam itu juga. Beberapa hal memang membutuhkan waktu.

Kamu Tidak Harus Memiliki Jawaban untuk Semuanya Malam Ini

Kalau akhir-akhir ini kamu sering memikirkan banyak hal sebelum tidur, mungkin itu tanda bahwa pikiranmu sedang bekerja keras menghadapi banyak hal.

Jangan langsung menyalahkan diri sendiri karena merasa terlalu banyak berpikir. Menjadi seseorang yang peduli, bertanggung jawab, dan ingin melakukan yang terbaik memang sering membuat pikiran berjalan lebih jauh.

Coba beri dirimu kesempatan untuk beristirahat tanpa merasa bersalah. Tidak semua masalah harus selesai hari ini. Tidak semua pertanyaan harus langsung memiliki jawaban malam ini.

Kadang, hal yang paling kamu butuhkan bukan jawaban baru, melainkan waktu untuk berhenti sebentar dan mengatakan kepada diri sendiri, "Aku sudah berusaha sejauh ini."

Sampai di sini, aku harap kamu tahu kalau kamu nggak harus selalu punya semuanya dalam keadaan baik-baik aja. Kalau akhir-akhir ini kepalamu terasa penuh dan berisik, kalau malam jadi waktu di mana semua pikiran muncul satu per satu, nggak apa-apa ko! Kamu nggak harus langsung menemukan semua jawabannya malam ini. Kamu sudah sampai sejauh ini, dan itu bukan hal yang kecil. Banyak hal yang mungkin kamu lewati sendirian, banyak hal yang kamu simpan tanpa cerita ke siapa-siapa, dan banyak hari yang tetap kamu jalani walaupun sebenarnya kamu lagi capek banget. So, jangan terlalu push diri kamu sendiri ya. Kamu nggak harus selalu terlihat kuat, nggak harus selalu produktif, dan nggak harus selalu tahu harus ngapain selanjutnya. Kalau hari ini terasa berat, istirahat dulu sebentar. Yuk, tarik napas, minum air, rebahan tanpa merasa bersalah, dan kasih kesempatan buat diri kamu berhenti sejenak! Besok kan masih ada waktu buat mencoba lagi, memperbaiki hal yang belum selesai, dan memulai lagi dengan tenaga yang baru. Terima kasih ya, karena sudah bertahan sampai hari ini. Semoga malam ini pikiranmu bisa sedikit lebih tenang, hatimu terasa lebih ringan, dan kamu bisa tidur dengan perasaan yang lebih nyaman. Ingat, kamu juga pantas dipahami, didengarkan, dan disayang, bukan cuma oleh orang lain, tapi juga oleh dirimu sendiri. Jadi, jangan lupa kasih ruang buat diri kamu sendiri, karena kamu sudah melakukan yang terbaik sejauh ini.
- Salam sayang dari Penulis, untuk kamu yang sedang berusaha berdamai dengan pikiran yang full.
Buka sumber asli