News Berita

Mendikdasmen Harap Sekolah Jadi Pembentuk Budaya Integritas dan Jujur bagi Siswa

Mendikdasmen Harap Sekolah Jadi Pembentuk Budaya Integritas dan Jujur bagi Siswa #newsupdate #update #news #text

Mendikdasmen Harap Sekolah Jadi Pembentuk Budaya Integritas dan Jujur bagi Siswa
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti saat memberikan paparan dalam agenda peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti saat memberikan paparan dalam agenda peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengharapkan bahwa sekolah-sekolah dapat menciptakan lingkungan dengan budaya yang baik bagi para siswa. Budaya yang dimaksud utamanya dalam segi integritas dan kejujuran.

“Kami berusaha untuk bagaimana menciptakan lingkungan dan budaya sekolah yang mendukung terbentuknya kepribadian yang utama, integritas, dan kejujuran,” ucap Mu’ti dalam paparannya saat agenda Peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (11/5).

Mu’ti mengatakan, melalui buku PAK tersebut, sekolah diharapkan menanamkan nilai-nilai dan karakter berkaitan dengan kejujuran dan integritas. Selain itu, ia menggarisbawahi agar semua mata pelajaran di sekolah memiliki muatan pendidikan nilai dan karakter.

“Semua mata pelajaran harus memiliki muatan pendidikan nilai dan memiliki muatan pendidikan karakter. Sehingga karena itu, maka melalui pembelajaran mendalam itu, semua yang dipelajari memiliki makna dan berdampak dalam pembentukan karakter,” tuturnya.

Mu’ti juga menjelaskan pembentukan budaya ini tidak hanya akan tertuang dalam kurikulum tertulis. Akan tetapi diterapkan juga dalam nilai maupun norma sekolah dalam keseharian untuk diterapkan oleh seluruh insan pendidikan.

“Dalam kaitan ini, selain written curriculum atau kurikulum yang diajarkan melalui berbagai mata pelajaran, kami berusaha memperkuat hidden curriculum, yaitu menciptakan tata kehidupan dan budaya dalam lingkungan sekolah yang mencerminkan pengamalan nilai-nilai utama di lingkungan sekolah,” ungkap Mu’ti.

Adapun buku PAK ini merupakan hasil kerja sama antara Kemendikdasmen, Kementerian Dalam Negeri, dan KPK. Mu’ti menyinggung bahwa ini merupakan upaya mewujudkan good governance dan clean government yang terlembaga dalam sektor pendidikan.

“Karena itu maka berbagai kebijakan yang dilakukan di sekolah tentu harus bersinergi dengan upaya-upaya bersama agar sekolah juga dapat menjadi model bagaimana kehidupan yang bersih, kehidupan yang jauh dari korupsi itu dapat menjadi immediate environment atau lingkungan terdekat bagi anak-anak kita,” kata Mu’ti.

Buka sumber asli