News Berita

Menapaki Gua Hira, Tempat Nabi Muhammad Menerima Wahyu Pertama

Menapaki Gua Hira, Tempat Nabi Muhammad Menerima Wahyu Pertama #newsupdate #update #news #text

Menapaki Gua Hira, Tempat Nabi Muhammad Menerima Wahyu Pertama
Umat Islam berziarah di Gua Hira, Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, Kamis (18/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Citro Atmoko
Umat Islam berziarah di Gua Hira, Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, Kamis (18/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Citro Atmoko

Gua Hira di Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, menyimpan cerita panjang perjalanan Islam. Di lokasi inilah wahyu pertama diturunkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

Bagi jutaan umat Islam di dunia, Gua Hira bukan sekadar ruang sempit di lereng gunung. Tempat ini menjadi titik awal turunnya risalah kenabian yang mengubah sejarah manusia.

Pada 17 Ramadan sekitar tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad SAW yang saat itu berusia 40 tahun menerima wahyu pertama berupa Surat Al-Alaq ayat 1–5 di gua tersebut.

Peristiwa itu berlangsung dalam suasana yang penuh keagungan sekaligus menggetarkan. Dalam berbagai riwayat disebutkan, Rasulullah SAW mengalami kegelisahan dan ketakutan luar biasa sebelum menerima wahyu pertama hingga tubuh beliau menggigil.

Gua Hira berada di puncak Jabal Nur yang menjulang sekitar 634 meter di atas dataran permukiman Makkah. Dari ketinggian itu, hamparan Kota Makkah terlihat jelas. Tower Zamzam Masjidil Haram tampak berdiri megah di tengah kota yang dikelilingi perbukitan batu khas Tanah Haram.

Umat Islam berziarah di Gua Hira, Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, Kamis (18/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Citro Atmoko
Umat Islam berziarah di Gua Hira, Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, Kamis (18/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Citro Atmoko

Lokasi Jabal Nur berada sekitar empat kilometer di sebelah timur Masjidil Haram. Meski jaraknya tidak terlalu jauh, perjalanan menuju puncak tetap membutuhkan tenaga dan kesabaran.

Karena nilai sejarah dan spiritualnya yang tinggi, banyak jemaah menyempatkan diri berkunjung ke lokasi ini. Tidak hanya jemaah asal Indonesia, tetapi juga peziarah dari Pakistan, India, Bangladesh, Mesir, negara-negara Afrika, hingga Turki.

Jemaah haji menuju gua hira. Foto: Moh Fajri/kumparan
Jemaah haji menuju gua hira. Foto: Moh Fajri/kumparan

Berbeda dengan kondisi berabad-abad lalu, jalur menuju Gua Hira kini telah ditata lebih baik. Anak tangga tersusun rapi dan sejumlah shelter tersedia di beberapa titik.

Dari atas puncak, pemandangan Kota Makkah terlihat jelas.

Salah seorang peziarah yang berkunjung adalah Ali Mukti, jemaah asal Nganjuk, Jawa Timur.

"Innamal a'malu binniyat dan selawat Shollu ala Sayyidina Muhammad," ujarnya mengutip salah satu hadis dan berselawat.

Ali menuturkan, berkat niat yang kuat dan memperbanyak selawat, dirinya bersama rombongan akhirnya berhasil masuk ke Gua Hira. Rasa syukur pun tak dapat disembunyikan ketika berhasil mencapai tempat yang menjadi saksi turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah SAW tersebut.

Setibanya di Gua Hira, Ali dan rombongannya memanfaatkan kesempatan itu untuk melaksanakan salat sunnah dan memanjatkan doa. Suasana khusyuk dan haru menyelimuti para jemaah yang datang dari berbagai daerah dan negara untuk mengenang jejak perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Buka sumber asli