News Berita

Macron Diskusi Bareng Presiden Iran, Bahas Selat Hormuz-Peluang Akhiri Konflik

Macron Diskusi Bareng Presiden Iran, Bahas Selat Hormuz-Peluang Akhiri Konflik. #newsupdate #update #news #text

Macron Diskusi Bareng Presiden Iran, Bahas Selat Hormuz-Peluang Akhiri Konflik
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan kenegaraan di Singapura, Jumat (30/5/2025). Foto: Ludovic Marin/AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan kenegaraan di Singapura, Jumat (30/5/2025). Foto: Ludovic Marin/AFP

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, telah mengadakan pembicaraan lanjutan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (6/5).

Dalam pembicaraan tersebut, Macron menegaskan pentingnya menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka dan aman.

Ia juga mendorong Iran untuk mempertimbangkan rencana Prancis dan Inggris dalam membentuk misi internasional guna menjamin keamanan transit di kawasan tersebut.

"Saya telah mengundang Presiden Iran untuk memanfaatkan kesempatan ini, dan saya bermaksud untuk membahas topik ini dengan Presiden Trump," kata Macron dikutip dari Reuters, Kamis (7/5).

Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara selama Debat Umum Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas besar PBB di Kota New York pada 24 September 2025. Foto: Angela Weiss/AFP
Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara selama Debat Umum Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas besar PBB di Kota New York pada 24 September 2025. Foto: Angela Weiss/AFP

Iran Buka Jalur Diplomatik

Dalam percakapan itu, Pezeshkian menyatakan Iran siap menempuh jalur diplomatik untuk mengakhiri konflik.

Ia menegaskan langkah tersebut akan dilakukan dalam kerangka hukum internasional dan demi kepentingan rakyat Iran.

"Presiden negara kita, merujuk pada ketidakpercayaan Iran terhadap Amerika Serikat dan mengatakan ini disebabkan oleh tindakan permusuhan," kata media Pemerintah Iran.

Selat Hormuz Jadi Titik Kunci

Selat Hormuz menjadi jalur vital bagi distribusi energi global, dengan sebagian besar ekspor minyak dunia melewati kawasan tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan meningkat seiring blokade dan insiden militer yang melibatkan kapal tanker, termasuk tindakan militer AS terhadap kapal berbendera Iran yang melanggar blokade.

Situasi ini mendorong sejumlah negara Barat, termasuk Prancis dan Inggris, mengusulkan kehadiran misi internasional untuk menjamin keamanan jalur pelayaran.

Negosiasi AS-Iran Masih Berlangsung

Di saat yang sama, upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran terus berjalan.

Sejumlah laporan menyebut, kedua pihak tengah mendekati kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik, termasuk pembahasan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan sebagian sanksi.

Namun, sejumlah isu krusial seperti program nuklir Iran dan ketidakpercayaan terhadap AS masih menjadi hambatan dalam negosiasi.

Buka sumber asli