Konten TikTok: Saat Jurusan Kuliah Tak Sejalan sama Pekerjaan
Konten TikTok: Saat Jurusan Kuliah Tak Sejalan sama Pekerjaan #focus #penutupanprodi #news #text

@kumparan 30 persen warga RI ngelamar kerjaan yang gak selaras sama prodinya pas kuliah. Ini survei Populix “Bridging The Gap: Understanding Job Mismatch in Today's Workforce” pada 2024 terhadap 1.330 responden pencari kerja dan 100 responden pemberi kerja usia 18-59 tahun. Riset itu juga ungkap kesulitan yang biasanya dihadapi pekerja saat cari kerja. Gimana hasil selengkapnya? Cek di infografis berikut. 📸: Dok. Canva. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | penutupanprodi | news | infog | R158 | E164 | V156 #bicarafaktalewatberita #kumparan
♬ News serious information news program - gooooodee_jay
@kumparan Seandainya waktu bisa diputar kembali, Septian Haditama (32) enggan memilih program studi (prodi) pendidikan. Alih-alih pendidikan, ia justru ingin mengulang kuliahnya dengan mengambi program studi strategi bisnis ataupun digital marketing. "Sebenarnya, setelah lulus, sekitar 2020 saya sudah menjadi guru bimbel. Saat COVID-19 sekitar tahun 2021 tempat saya mengajar mengalami semacam kebangkrutan. Dari yang tadinya mengajar sekitar total 200 siswa, saya cuma mengajar 50 siswa," jelas Septian kepada kumparan, Selasa (28/4). Status Septian mengajar bimbel pun bukan sebagai guru tetap. Ia hanya menjadi guru harian lepas yang dibayar Rp 30 ribu per jam. Pada 2023, ia pun memutuskan untuk beralih profesi menjadi kurir. Menurut Septian, pendapatan menjadi kurir lebih besar dibandingkan saat dirinya menjadi guru bimbel. Selain menjadi kurir, Septian juga akhirnya menjadi ojek online (ojol). Sebelumnya, Plt Sekjen Kemendikti Saintek, Badri Munir Sukoco, menyebut pihaknya tengah mengkaji kemungkinan menutup program studi (prodi) yang tidak relevan dengan kebutuhan industri. Ia menyoroti tingginya ketidaksesuaian (mismatch) antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan pasar kerja. Ia mencontohkan, dominasi prodi ilmu sosial yang mencapai sekitar 60 persen, dengan lulusan keguruan yang sangat besar tiap tahun. 📸: Dok. Septian Haditama. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | penutupanprodi | news | videonews | R158 | E164 | V157 #bicarafaktalewatberita #kumparan
♬ original sound - kumparan - kumparan
@kumparan Prodi yang tidak sesuai kebutuhan lapangan kerja bakal ditutup. Hal itu disampaikan Plt Sekjen Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco, yang menyebut langkah ini dilakukan pemerintah untuk menekan ketidaksesuaian antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Kemdiktisaintek mencatat, tiap tahun kampus meluluskan sekitar 1,9 juta sarjana dan diploma. Di saat yang sama, ketika terjadi deindustrialisasi dini, para lulusan perguruan tinggi justru sulit masuk ke pasar kerja. Karena itu, kata Badri, pemerintah berinisiatif meningkatkan industrialisasi, khususnya di industri spesifik, dan mendorong kampus mengoptimalkan peluang di 8 industri strategis, yaitu energi, pangan, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi, digitalisasi, dan manufaktur. Di sisi lain, Badri menekankan penataan prodi akan dikaji secara mendalam dan terukur, serta penutupan bukan menjadi langkah utama. “Penutupan opsi terakhir, bila berdasarkan evaluasi menyeluruh, suatu prodi tidak lagi penuhi standar dan tidak dapat lagi dikembangkan,” katanya. 📸: Dok. Shutterstock, Kemdiktisaintek, kumparan, Antara, Instagram @/badrisukoco. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | penutupanprodi | news | svl | R120 | E025 | V156 | R194 | V165 #bicarafaktalewatberita #kumparan
♬ suara asli - kumparan - kumparan