Kondisi Istri Mendiang Epy Kusnandar Usai Jadi Korban Dugaan Kekerasan
Istri mendiang Epy Kusnandar, Karina Ranau, usai jadi korban dugaan kekerasan.#kumparanHITS #newsupdate

Istri mendiang Epy Kusnandar, Karina Ranau, mengaku masih alami syok usai dirinya jadi korban dugaan kekerasan yang dilakukan oleh salah seorang pelanggan di warung makan miliknya.
Akibat kejadian itu, Karina juga mengalami rasa sakit di beberapa bagian tubuhnya, terutama pada bagian kaki yang mengalami luka baret. Selain luka luar, ia juga mengaku mengalami pusing sesaat setelah tubuhnya menghantam permukaan jalan.
"Saya juga syok sampai keliyengan gitu Mas, sampai enggak tahu yang kebentur itu apa. Sini sakit, kaki sini baret," kata Karina di kawasan Kalibata, Jakarta Timur.

Kondisi Istri Mendiang Epy Kusnandar Usai Jadi Korban Dugaan Kekerasan
Selepas kejadian itu, Karina mengaku diri merasa sangat terpukul secara emosional, apalagi saat ini ia tengah berjuang keras membesarkan usahanya. Ia juga menyebut masih sakit hati jika mengingat kembali sosok terduga pelaku.
"Malas saya lihat mukanya, saya masih trauma. Untuk damai rasanya terlalu cepat. Dia bisa gak menggantikan rasa sakitnya kedua orang tua saya? Kedua orang saya yang melahirkan saya yang tidak pernah mereka berbuat kasar gitu. Melihat anaknya yang sudah capek, bekerja banting tulang terus digituin lagi sama orang," ucap Karina.
Karina sendiri sampai tak habis pikir dirinya mendapat perlakuan seperti itu. Terlebih sebagai ibu dan pemilik usaha, ia hanya mencoba memberikan pembelaan kepada karyawannya.
"Karena kan saya stres kemarin, saya enggak bisa mikir, sudah keliyengan, gelap. Apa yang mereka lakukan kan mereka yang tahu bagaimana tindakan mereka. Pokoknya apa pun kalian ngomong, saya akan belain mereka lah," ungkapnya.

Meski luka yang dialaminya tidak terlalu parah, Karina memilih untuk tetap melakukan visum guna memperkuat laporannya ke polisi atas dugaan tindak kekerasan yang ia dapati.
"Saya datang melapor dan memang prosedur di sana kita harus ikutin prosedurnya untuk bikin laporan. Untuk ngebawa orang juga harus ada sesuai BAP-nya, ada bukti visumnya apa segala macam. Jadi sudah sempat ke visum juga diantar sama Bapak Polisinya. Sudah menunggu sampai jam 10 malam itu saya baru selesai," pungkasnya.